Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Menurunkan berat badan adalah salah satu cara terbaik untuk mengukur kalori di dalam tubuh. Namun, jika melakukan penurunan kalori secara cepat, justru akan mengggangu kesehatan tubuh.
Seperti yang dilansir Discovergoodnutrition, Selasa 14 April 2015 ada enam alasan Anda tidak harus membakar kalori terlalu banyak. Berikut ulasannya:
1. Kebutuhan Nutrisi
Kebutuhan nutrisi harus terpenuhi, sehingga sebaiknya jangan mengurangi jumlah kalori. seperti kebutuhan sehari-hari vitamin, mineral, karbohidrat, protein dan lemak sehat. Jika kebutuhannya tidak terpenuhi dan tidak cukup kalori maka tidak mempunyai semangat bekerja.
2. Terlalu Lapar
Anda tidak harus menderita kelaparan yang tidak tertahankan. Ketika menahan lapar yang sering terjadi justru membuat Anda mengonsumsi makanan lebih banyak.
3. Energi Fisik Lemah
Sangat penting untuk memberikan otot dengan bahan bakar yang dibutuhkan oleh tubuh. Tapi ketika Anda mengurangi kalori terlalu banyak, maka kemungkinan yang terjadi tidak akan memiliki energi yang cukup. Alhasil tubuh menjadi lemas. Hal ini justru tidak membantu menurunkan proses penurunan berat badan.
4. Energi Mental Terganggu
Bila Anda tidak mempunyai cukup kalori, maka otak tidak akan bekerja secara maksimal. Sehingga akan cepat merasa lelah dan tidak fokus, dengan begitu dapat menyebabkan ketagihan gula dan bertambahnya jumlah kalori. Alhasil dapat mengganggu tidur Anda di malam hari.
5. Berisiko Kehilangan Kekuatan Otot
Tubuh Anda membutuhkan jumlah protein yang tepat untuk mendukung sejumlah fungsi tubuh. Hal terpenting yakni dengan menjaga kekuatan otot. Bila Anda tidak memenuhi kecukupan kalori dan protein maka makanan yang dicerna tidak digunakan akan sia-sia. Hal ini berisiko kehilangan massa otot.
6. Kebiasaan Jangka Panjang
Dibandingkan harus menjalani penurunan berat badan secara drastis, lebih baik memilih untuk olahraga dan mengonsumsi makanan sehat. Karena bila memilih jalan instan untuk menurunkan berat badan, yang terjadi bobot tubuh akan kembali dengan mudah atau kondisi tubuh menjadi tidak stabil.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya