Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
TransJakarta Akan Menguji Coba Bus Listrik Pada Mei 2019. (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafian)
Dream – PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) berencana menguji coba bus listrik pada Mei 2019. Perusahaan transportais ini menggandeng beberapa pihak untuk mengetes armada bertenaga listrik itu.
Direktur Utama TransJakarta, Agung Wicaksono, mengatakan, penyedia bus kendaraan harus bekerja sama dengan operator. Keduanya bisa bekerja sama dengan Agen Pemegang Merek (APM) atau pihak-pihak yang akan melakukan perawatan dan pemeliharaan.
“ Nah, ini sedang proses. Infonya, penyedia mengatakan bulan Mei bisa tersedia,” kata Agung di Jakarta International Expo (JI Expo) Kemayoran, Jakarta, Kamis 21 Maret 2019.

Menurut dia, uji coba akan berlangsung selama enam bulan. TransJakarta ingin mengetahui kualitas bus listrik, seperti ketahanan baterai. Rencananya, akan ada 10 bus listrik yang akan diuji coba.
Nantinya, uji coba bus listrik ini akan dilakukan di luar koridor. Sebab, bus memiliki spesifikasi low entry atau pintu masuknya di bawah. Sementara, untuk memasuki halte Transjakarta itu spesifikasi pintu masuknya tinggi.

" Apakah misalkan di jalur feeder non-BRT (Buss Rapid Transit), tapi juga dalam waktu dekat kita harapkan akan ada men-supply yang high deck, yang BRT untuk lebih tinggi sehingga bisa digunakan di koridor," kata dia.
Selain kursi penumpang biasa, bus ini juga menyediakan tempat duduk khusus bagi penyandang disabilitas di bagian tengah. Pengguna kursi roda dipermudah masuk ke dalam bus karena kendaraan ini memiliki alat tambahan agar kursinya bisa masuk.
Baterai bus 85 ribu watt ini bisa diisi maksimal 4 jam. Untuk pengisian penuh, kendaraan ini bisa melaju sejauh 200-250 km.

Secara tampilan, bus listrik ini tidak jauh berbeda dengan bus Transjakarta pada umumnya dengan menyediakan pegangan untuk berdiri dan di sampingnya masing-masing ada dua kursi berderet hingga bagian belakang.

Agung mengatakan pemerintah segera menyiapkan regulasi tentang kendaraan listrik. “ Kami dapat informasi peraturan presiden (Perpres) sedang disiapkan. Nanti Perpres itu sudah terbit, akan lebih tegas lagi komitmen pemerintah,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya