Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Populasi Sepeda Motor Di Jabodetabek (Foto: Shutterstock)
Dream - Agen Pemegang Merek (APM) sepeda motor angkat bicara soal rencana pemerintah melegalkan, rekondisi motor tua berbahan bakar bensin dikonversi menjadi listrik murni. Hal itu tidak memungkinkan alias mustahil.
" Dari sudut pandang keamanan itu tidak direkomendasikan. Apalagi jika tidak dikerjakan oleh pabrikan terkait, kendaraan yang sesuai spesifikasi saja masih ada kemungkinan terbakar," ujar M Abidin, GM After Sales & Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) di Jakarta, Selasa kemarin.
Menurutnya meski wacana itu akan melibatkan pihak pabrikan, tetap bukan perkara gampang. Kendaraan listrik memiliki spesifikasi tersendiri pada bagian baterai lithium.
" Battery Management System itu memiliki kerumitan dan tidak bisa asal. Bisa terbakar nanti baterainya," imbuh dia.
Jika dipaksa dikonversi dari kendaraan bensin ke mesin listrik justru pelaksanaannya tidak ekonomis. Beberapa komponen dari motor listrik berbeda dengan motor bensin.
Bahkan jika dikonversi harganya dapat menjadi lebih mahal dibandingkan dengan membeli baru.

" Tidak semua bagian di motor konvensional terpakai semua, jadi lebih baik beli baru'.
Diketahui Kementerian Perindustrian berencana melegalkan rekondisi motor tua berbahan bakar bensin yang dikonversi menjadi listrik murni.
Wacana ini dikeluarkan sebagai upaya mendorong era kendaraan listrik di Tanah Air. Sehingga ekosistem tidak hanya tumbuh di kendaraan baru, tetapi juga pada mobil atau motor bekas yang sudah ada di masyarakat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya