Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sekitar 339 Juta Orang Di Seluruh Dunia Yang Menderita Penyakit Ini Pada 2016. (Foto: Shutterstock)
Dream - Penyakit asma merupakan salah satu penyakit yang umum dirasakan oleh banyak orang di seluruh dunia.
Menurut WHO, perkiraan ada lebih dari 339 juta orang di seluruh dunia yang menderita penyakit ini pada 2016.
Berkaitan mengenai gejalanya, penyakit asma bisa dirasakan dengan gejala ringan hingga berat. Jika sudah berat, ancaman kematian bisa saja datang.
Berbeda dengan penyakit yang berasal dari virus, asma tidak dapat diluarkan. Asma terjadi akibat peradangan dan penyempitan saluran udara di paru-paru, hasilnya saluran tersebut akan dipenuhi lendir.
Lalu seperti apa gejala, penyebab dan cara mengatasi penyakit asma? Melansir dari Sehatq, berikut penjelasannya.

Asma dapat muncul ketika penderita menghirup udara atau partikel yang memicu reaksi alergi. Lapisan saluran bronkial akan membengkak dan menyebabkan saluran udara menyempit.
Aliran udara yang berkurang membuat seseorang mengalami kesulitan napas. Adapun gejala-gejala umum yang biasa terjadi antara lain:
Beberapa gejala dapat muncul bersamaan dalam sehari. Biasanya, asma akan makin parah apabila seseorang melakukan aktivitas fisik atau pada malam hari.
Menurut para dokter, munculnya asma erat dikaitkan dengan faktor genetik dan lingkungan. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang turut memicu, yakni:
Agar terhindar dari serangan asma, sebaiknya penderita asma berhati-hati dari beberapa faktor pemicu yang sudah disebutkan.

Seperti yang disebutkan, penderita asma tidak bisa seratus persen disembuhkan. Namun ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar mengendalikan penyakit ini. Perawatan untuk penderita asma dibagi menjadi tiga kategori utama, yakni:
1. Hindari pemicu
Penderita asma sebaiknya menghindari berbagai faktor yang menjadi pemicu asma. Seperti, akibat debu, udara dingin dan latihan fisik berlebihan.
2. Melatih Pernapasan
Cobalah teknik berlatih pernapasan untuk membantu tubuh menghirup udara lebuh banyak. Jika rutin dilakukan, teknik ini dapat membantu meningkatkan kapasitas paru-paru dan mengurangi gejala asma yang parah.
3. Bronkodilator
Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan yakni mencari obat bronkodilator, seperti inhaler atau nebulizer. Mereka akan bekerja dalam beberapa menit untuk mengendurkan otot yang mengencang di sekitar saluran udara.
Saat asma datang, duduklah dengan posisi tegak sambil menggunakan inhaler atau nebulizer. Hirup perlahan 2-6 isap untuk membantu meringankan gejala yang timbul. Namun jika gejala tak teratasi, ada baiknya segera mencari bantuan medis.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya