Menguak Masalah Kesehatan Lewat Kebiasaan Buang Gas

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 22 Juni 2022 06:12
Menguak Masalah Kesehatan Lewat Kebiasaan Buang Gas
Rasa nyeri, sakit, kembung, bahkan sakit kepala bisa terjadi ketika tak bisa kentut.

Dream - Buang gas atau kentut merupakan respons tubuh yang normal. Sahabat Dream mungkin pernah mengalami masalah pencernaan yang menyebabkan kesulitan saat buang gas.

Rasa nyeri, sakit, kembung, bahkan sakit kepala bisa terjadi ketika tak bisa kentut. Beberapa bahkan harus disuntik atau menjalani operasi demi bisa buang gas.

" Perut kembung merupakan efek dari sistem pencernaan yang memecah dan memproses makanan dan nutrisi. Gas dan udara menumpuk di saluran pencernaan saat makan, mengunyah, dan menelan. Beberapa di antaranya diserap secara alami oleh tubuh dan kemudian dilepaskan sebagai kentut atau sendawa," ujar Niket Sonpal, MD, seorang internis dan gastroenterolog di New York City, dikutip dari Health.

Pada beberapa kondisi, kebiasaan buang gas ini juga bisa menggambarkan kondisi masalah kesehatan. Perhatikan beberapa kecenderungan berikut, agar terhindar dari masalah pencernaan serius.

Sering kentut dan sembelit
Masalah ini mungkin sering terjadi. Biasanya ketika kamu mengonsumsi banyak makanan dalam porsi yang lebih. Terutama makanan berlemak dan kaya protein dan kurang asupan serat.

" Untuk mengatasi sembelit dan mengurangi buang gas, minum lebih banyak air dan tingkatkan asupan serat secara perlahan. Konsumsi 25 hingga 29 gram serat," ujar Sonpal.

 

1 dari 5 halaman

Buang gas siang dan malam sangat sering

Minuman bersoda bisa jadi penyebabnya. Bisa berupa minuman bersoda, kopi atau kaya gula. Perhatikan asupan sehari-hari. Kurangi konsumsi minuman manis terutama yang mengandung soda tinggi.

Kentut sangat bau
Secara alami, kentut tidak berbau. Jika kentut sangat berbau, biasanya karena makanan tinggi sulfur pada asupan sehari-hari. " Makanan kaya sulfur seperti brokoli dan kubis akan mengeluarkan bau telur busuk saat dipecah dalam sistem pencernaan,” kata Dr. Sonpal.

Bau yang sama juga dapat terjadi setelah mengonsumsi sayuranlain. Seperti kembang kol), bawang putih, bawang merah, keju, kacang-kacangan, dan buah kering.

Dalam kebanyakan kasus, bau kentut yang intens tidak perlu dikhawatirkan. Jika terus berlanjut, mungkin harus menemui dokter. Mungkin baunya terkait dengan penyakit radang usus atau sindrom iritasi usus besar.

2 dari 5 halaman

Kentut berbau dan nyeri perut

Kentut yang disertai sakit perut atau ketidaknyamanan setelah makan dapat dikaitkan dengan intoleransi makanan. “ Contoh utamanya adalah jika minum susu atau makan keju lalu merasakan kram dan perut kembung berlebihan yang juga berbau, pertanda alergi,” kata dr. Sonpal.

Kondisi tersebut karena tubuh tidak menyerap laktosa (gula dalam produk susu) sampai ke usus kecil di mana bakteri memecahnya. Itu menyebabkan kentut yang berbau busuk. Jika disertai diare hingga lemas dan sering terjadi, jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter.

Sumber: Health

 

3 dari 5 halaman

Gangguan Pencernaan Bisa Jadi Dalang Masalah Kulit

Dream - Masalah kulit tidak hanya bisa diakibatkan oleh kesalahan pemakaian produk kecantikan atau tidak membersihkan wajah secara maksimal. Bisa juga karena kondisi kesehatan.

Pada beberapa kondisi kulit juga bisa menjadi penanda kesehatan pencernaan yang buruk. Hal tersebut  diungkapkan oleh Raj Kumar, professor klinis biokimia di Universitas Houston College of Medicine.

Gangguan pencernaan bisa menyebabkan kulit gatal, berjerawat, dan kemerahan. Bahkan, kondisi tersebut juga bisa memicu kambuhnya dermatitis atopik atau eksim.

 

4 dari 5 halaman

Akibat dari gangguan pencernaan

Kondisi kulit tersebut disebabkan oleh ketidakseimbangan mikrobioma atau mikroorganisme pada saluran pencernaan. Pori-pori kulit dan folikel rambut juga bisa tersumbat akibat hal tersebut.

Psoriasis juga merupakan kondisi kulit yang dikaitkan dengan penyakit radang usus atau inflammatory bowel disease (IBD). Sama halnya jika kamu mengidap rosacea.

Mengalami Rosacea© Shutterstock

Rosacea atau kemerahan serta pembuluh darah yang terlihat sangat jelas pada permukaan kulit, bisa disebabkan oleh perubahan mikrobioma usus.

5 dari 5 halaman

Cara menjaga kesehatan pencernaan dan kulit

Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan dan keseimbangan mikrobioma di dalamnya agar terhindar dari berbagai masalah kulit.

Mulailah dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi gula atau yang diproses berlebihan untuk mencegah peradangan pada pencernaan serta kulit. Kamu pun bisa meningkatkan kesehatan pencernaan dengan mengonsumsi makanan kaya probiotik.

Mengonsumsi Stroberi© Shutterstock

Selain menjaga kesehatan pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh, mengonsumsi makanan kaya probiotik juga bisa mencegah timbulnya jerawat serta membantu mengatasi dermatitis atopik.

Di samping menjaga kesehatan pencernaan, kamu juga harus tetap menjalani gaya hidup sehat dengan tidur cukup, berolahraga, serta mengelola stres dengan baik untuk menunjang penampilan kulit.

Laporan: Anzila Riskia Putri

Beri Komentar