7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, Mengajak Startup Untuk Cermat Melihat Kebutuhan Pasar Dunia. (Foto: Kementerian Kelautan Dan Perikanan)
Dream – Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengajak berbagai startup sektor kelautan dan perikanan untuk cermat membaca kebutuhan pasar dunia.
Kepiawaian dalam membaca pasar dapat mendorong startup untuk terus tumbuh dan berinovasi untuk meningkatkan perekonomian sekaligus menyejahterakan masyarakat.
“ Startup digital ini bagus, tapi kalau mau lebih hebat lagi supaya meningkat dan menjadi unicorn ke depannya, kita harus melihat market capacity di situ,” ujar Trenggono pada saat melakukan audiensi dengan Digifish Network di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, dikutip dari laman Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jumat 19 Maret 2021.
Pasar produk perikanan global tahun 2019 ada US$162 miliar (Rp2.388,98 triliun). Indonesia akan fokus pada ekspor tiga komoditas unggulan, yakni udang, lobster, dan rumput laut. Nilai total pasar mencapai US$32,05 miliar (Rp462,74 triliun) atau 19,69 dari total seluruh pasar produk perikanan dunia.

Menteri KKP Saktu Wahyu Trenggono audiensi dengan Digifish Network.
Data pasar dapat menjadi dasar dalam mengembangkan inovasi teknologi dan membuka ruang baru usaha-usaha perikanan yang memiliki potensi besar.
“ (Kita) harus menciptakan ruang baru, karena startup sekarang sudah sulit bertahan, harus terus memiliki ide yang brilian. Saya kasih ruang, yang pertama dilihat adalah market dan tidak menutup kemungkinan untuk kolaborasi sistem antar startup,” kata dia.
Perkembangan startup sektor kelautan dan perikanan di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, hingga tahun 2020 sudah ada 32 startup. Mereka bergerak dalam berbagai ragam inovasi, yakni Fintech, Nanobubble, Autofeeder, Internet of Things (IoT) tambak, e-commerce, marketplace, portable pond, dan water quality equipment.
Penggagas Digifish Network Rully Setya mengatakan siap untuk terus melakukan inovasi dan berkolaborasi dengan KKP untuk perkembangan industri kelautan dan perikanan.
“ Kami mohon dukungan untuk inovasi digitalisasi, distribusi, penggunaan produk, mendorong pelaku usaha dan event untuk meningkatkan industri kelautan dan perikanan ini,” ujar Rully
Trenggono menyambut baik terobosan-terobosan yang dibawa oleh 12 startup yang hadir dalam audiensi tersebut, dan akan mendukung aktualisasi pengembangan lingkup hasil perikanan.
“ Kita akan dukung penuh, ini sebenarnya ekonomi baru terutama di situasi pandemi, kita dari KKP selalu welcome untuk kalian semua menjadi partner,” kata dia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?