7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Mumi Firaun Berusia 3.500 Tahun Dibuka Perbannya Untuk Pertama Kali
Dream - Pada 141 tahun silam, para ilmuwan Mesir berhasil menemukan makam mumi raja Mesir Kuno atau Firaun bernama Amenhotep 1 yang diperkirakan berusia 3.500 tahun.
Setelah sekian lama, akhirnya mumi tersebut diungkap namun tidak langsung dibongkar. Ilmuwan hanya 'membuka' perbannya melalui pemindaian secara digital.
Dilansir CNN, saat ditemukan pertama kali pada tahun 1881, mumi yang tersimpan dalam sarkofagus itu memakai hiasan karangan bunga dan topeng kayu yang indah.
Namun saat itu para ilmuwan memutuskan untuk tidak membuka perban mumi Amenhotep 1 tersebut secara manual karena kondisinya yang sangat rapuh.
Keputusan para ilmuwan Mesir itu menjadikan mumi Amenhotep 1 sebagai satu-satunya raja yang belum pernah dibuka untuk penelitian di abad 19 dan 20.
Kini, dengan bantuan teknologi digital yang canggih, para ilmuwan Mesir baru berani 'melepas' perban mumi Amenhotep 1.
Caranya adalah, para ilmuwan Mesir melakukan pemindaian 3D menggunakan computerized tomography (CT). Tujuannya untuk mengetahui isi di dalam perban dan kondisi mumi raja tersebut.

" Dengan membukanya secara digital, mumi itu memperlihatkan lapisan virtualnya, baik topengnya, perban di tubuhnya, dan muminya itu sendiri.
" Kami jadi bisa mempelajari mumi yang terjaga dalam kondisi bagus ini secara sangat detail," kata Dr Sahar Saleem, profesor radiologi di Cairo University.
Setelah berhasil 'menelanjangi' mumi Amenhotep 1 itu, Dr Saleem dan timnya bisa melihat dan memahami kehidupan raja selama memerintah Mesir di zaman kuno.
Terungkap bahwa raja Amenhotep I usianya sekitar 35 tahun saat meninggal dunia. Tinggi badannya 169 cm dan telah disunat. Giginya juga dalam keadaan baik saat meninggal dunia.
Mengenai bentuk fisik wajahnya, Amenhotep 1 memiliki dagu yang cukup kecil dan hidungnya mungil. Selain itu, mendiang juga memiliki rambut yang keriting dengan gigi agak menonjol.
Dalam laporan studinya, Dr Saleem dan timnya tidak menemukan tanda-tanda luka atau sejenisnya yang bisa menentukan penyebab kematiannya.

Namun Dr Saleem dan timnya menemukan ada beberapa kerusakan yang dijumpai pada mumi raja Mesir ini. Kerusakan tersebut mungkin diakibatkan oleh para penjarah makam di masa silam.

Menurut keterangan teks hieroglif yang ada pada makam, kerusakan tersebut sempat diperbaiki oleh para pendeta dari Dinasti ke-21 - lebih dari empat abad setelah dia pertama kali dimumikan dan dikuburkan.
Raja Amenhotep I berkuasa di Mesir antara tahun 1525 sampai 1504 Sebelum Masehi. Dia adalah raja kedua dalam Dinasti ke-18. Masa kekuasaannya berlangsung damai dan ia membangun banyak kuil.

Penelitian yang dilakukan Dr Saleem dan timnya ini telah diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Medicine edisi 2021.
Sumber: CNN
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?