Ilmuwan Bedah Mumi Hamil Berusia 2000 Tahun, Tak Diduga Begini Kondisi Janin Dalam Perutnya

Reporter : Sugiono
Rabu, 26 Januari 2022 16:45
Ilmuwan Bedah Mumi Hamil Berusia 2000 Tahun, Tak Diduga Begini Kondisi Janin Dalam Perutnya
Para ilmuwan berhasil mengungkap misteri janin yang terawetkan selama 2.000 tahun di dalam rahim mumi hamil.

Dream - Para ilmuwan dari Universitas Warsawa di Polandia berhasil mengungkap misteri janin yang terawetkan selama 2.000 tahun di dalam rahim mumi hamil.

Mumi yang sebelumnya misterius itu dibawa keluar dari Mesir oleh Jan Wężyk–Rudzki, yang kemudian menyerahkannya ke Universitas Warsawa pada bulan Desember 1826.

Pada tahun 1917, mumi tersebut disimpan di National Museum di Warsawa. Sejak itu para ilmuwan Polandia melakukan penelitian untuk mengungkap siapa mumi tersebut.

Namun penelitian pada tahun lalu, para ilmuwan dibuat kaget setelah menemukan bahwa mumi tersebut ternyata hamil.

1 dari 6 halaman

Awalnya Dikira Mumi Laki-laki

Penemuan ini berawal ketika bulan April 2021, untuk pertama kalinya di dunia para arkeolog menemukan mumi Mesir dalam kondisi hamil.

Pada mulanya, para arkeolog mengira jika mumi tersebut adalah pendeta Mesir Kuno laki-laki bernama Hor-Djehuti.

Pertama kali di dunia para arkeolog temukan mumi hamil.© WARSAW MUMMY PROJECT

Dia adalah seorang Imam Besar Amun dari zaman Ahmose I yang hidup pada awal Dinasti ke-18 atau antara tahun 1539 sampai 1292 Sebelum Masehi.

Namun, setelah melakukan pemindaian pada bagian perut mumi, para arkeolog mengumumkan bahwa mumi tersebut sebenarnya adalah seorang wanita hamil yang dibalsem.

2 dari 6 halaman

Dimumifikasi Saat Hamil 26 hingga 30 Minggu

Diketahui bahwa wanita itu meninggal dan dimumifikasi ketika kehamilannya telah berusia 26 hingga 30 minggu. Mumi berusia 2.000 tahun ini kemudian diberi nama 'Mysterious Lady'.

Namun para ilmuwan dibuat bingung bagaimana janin tersebut bisa bertahan di dalam rahim ibunya yang telah jadi mumi hingga ribuan tahun.

Penelitian terbaru dari Warsaw Mummy Project yang diterbitkan di Journal of Archaeological Science per 30 Desember 2021 mengungkap petunjuk terkait pertanyaan tersebut.

3 dari 6 halaman

Janin Tetap Terawetkan karena...

Menurut penelitian, janin tersebut bisa ikut terawetkan karena adanya proses pengasaman dari tubuh ibunya selama mengalami penguraian.

Pertama kali di dunia para arkeolog temukan mumi hamil.© WARSAW MUMMY PROJECT

Proses pengawetan janin dalam rahim mumi itu oleh para ilmuwan bisa dibilang mirip dengan proses pembuatan telur asin.

Ahli paleopatologi Marzena Ożarek-Szilke, dari Universitas Warsawa Polandia, menjelaskannya dalam Journal of Archaeological Science.

4 dari 6 halaman

Proses Terawetkan Janin Mirip Telur Asin

" Janin tetap berada di dalam rahim yang tidak tersentuh dan mulai, katakanlah, (menjadi) 'asinan'. Ini bukan perbandingan yang paling estetik, tetapi hampir mirip," jelas Marzena.

Pertama kali di dunia para arkeolog temukan mumi hamil.© WARSAW MUMMY PROJECT

" pH darah pada mayat, termasuk kandungan rahim, turun secara signifikan, menjadi lebih asam.. dan konsentrasi amonia dan asam format meningkat seiring waktu," lanjut Marzena.

Marzena menambahkan penaburan natron pada mayat secara signifikan membatasi akses udara dan oksigen dari luar tubuh.

Hasil akhirnya adalah rahim yang hampir tertutup rapat sehingga janin yang ada di dalamnya terlindungi dari proses pembusukan.

5 dari 6 halaman

Ibu Janin Crazy Rich di Zamannya?

Mengenai sosok mumi yang hamil itu, Warsawa Mummy Project menyebut dia mungkin orang penting atau 'crazy rich' di zamannya.

Melihat dari kondisi mumi tersebut, tidak mungkin untuk mengetahui siapa sebenarnya wanita itu, bahkan jika dia berasal dari Thebes tempat peti mati itu ditemukan.

Namun, hasil riset tim yang telah dipublikasikan di Journal of Archaeological Science, beberapa fakta dapat dilihat dari jenazahnya.

6 dari 6 halaman

Meninggal Usia antara 20 dan 30 Tahun

Pertama, dia dimumikan dengan sangat hati-hati, dan dengan satu set jimat yang kaya. Ini menunjukkan dia adalah seseorang yang penting.

Selain itu, mumifikasi juga merupakan sebuah kemewahan di zaman Mesir Kuno. Mumifikasi hanya dilakukan segelintir orang, termasuk para firaun atau orang yang dianggap penting.

Mumi hamil tersebut kemungkinan meninggal sekitar abad pertama Sebelum Masehi, antara usia 20 dan 30 tahun.

Namun para arkeolog kesulitan mengetahui bagaimana dan apa yang menyebabkan wanita itu meninggal dunia.

Berbagai sumber

Beri Komentar