Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Jangan remehkan penyakit rabies yang ditularkan melalui gigitan anjing. Gejala yang muncul akibat penyakit ini ternyata bisa sama dengan serangan panik dan depresi.
Seperti yang dialami wanita asal Amerika Serikat yang digigit anjing di India.
Wanita tersebut mengalami gejala kecemasan seperti sesak napas, gelisah, dan masalah tidur. Dokter menemukan bahwa dia telah terkena infeksi rabies akibat gigitan anjing di India.
Dilansir dari Live Science, perempuan asal Virginia ini menjadi " korban" kesembilan yang meninggal di AS akibat terserang rabies di luar negeri. Wanita 65 6ahun itu melakukan retret yoga selama tujuh minggu di India dari Januari hingga April 2017.
Ia sempat mendapatkan gigitan dari seekor anak anjing di luar hotelnya di Rishikesh, India.
Sayangnya, dia tidak mendapatkan perawatan lebih lanjut selain mencuci tangannya dengan air. Pada Mei 2017, dia kembali ke AS dan merasakan rasa sakit dan kesemutan di lengan kanannya saat berkebun.

Dokter mendiagnosis dia terkena Carpal Tunnel Syndrome. Namun, esoknya dia harus dibawa ke gawat darurat ketika mengalami gejala serangan panik.
Setelah mendapat obat anti-kecemasan, dia kembali ke rumah dan mengalami nyeri dada, sesak napas, kesemutan, dan mati rasa di lengannya.
Pemeriksaan jantung menunjukkan adanya masalah aliran darah dan harus menjalani prosedur pemasangan kateter melalui pembuluh darah ke jantung.
Wanita tersebut terlihat semakin gelisah dan agresif. Dia juga terengah-engah saat mencoba minum air. Saat dokter bertanya pada keluarga tentang paparan hewan, baru diketahui bahwa semua itu adalah gejala rabies.
Pengobatan yang dilakukan sangat terlambat. Dia tidak lama meninggal setelah keluarga memutuskan untuk menarik dukungan medis.

" Peristiwa ini menggarisbawahi pentingnya mendapat konsultasi kesehatan sebelum perjalanan secara menyeluruh, terutama ketika mengunjungi negara-negara dengan insiden tinggi dari patogen zoonosis atau yang muncul, seperti rabies," tulis laporan tersebut dalam jurnal Morbidity and Mortality Weekly Report pada 4 Januari 2019.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan, AS merupakan negara yang jarang mengalami rabies.
Hanya sekitar satu hingga tiga kasus pada manusia setiap tahunnya. Namun, India merupakan negara dengan jumlah tertinggi kematian akibat rabies pada manusia terkait paparan anjing.
(Sah, Laporan Giovani Dio/ Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya