Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream – Saat virus covid-19 bersarang di tubuh seseorang biasanya timbul gejala-gejala yang menyertainya. Beberapa gejala umum yang diketahui masyarakat seperti demam, batuk, tenggorokan gatal, dan gejala ringan lainnya.
Namun tak banyak orang yang menyadari gejala ringan Covid-19 seperti malaise. Malaise adalah perasaan tidak nyaman, pegal-pegal, dan lelah tanpa alasan yang jelas. Tubuh seperti kekurangan energi untuk beraktivitas atau melakukan interaksi.
“ Malaise ini muncul sebagai respons imun tubuh melawan infeksi,” ungkap Dokter spesialis THT Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dr. Anton Sony Wibowo, Sp.THT-KL, M.Sc., FICS.

Ia menambahkan malaise tidak hanya muncul pada covid-19. Namun, juga pada penyakit lain yang disebabkan adanya infeksi.
Malaise sering disamakan dengan fatigue. Namun, nyatanya diantara keduanya memiliki ciri yang cukup signifikan.
“ Kalau fatigue lebih cenderung terkait fisik,” jelas dr. Anton.
Malaise merupakan respons imun terhadap suatu penyakit. Sedangkan fatigue lebih kearah kelelahan akibat penyakit tertentu seperti animea, diabetes, dan lainnya.

Namun, Anton juga mengungkapkan seseorang yang merasakan gejala malaise hanya perlu melakukan pemeriksaan bila disertai dengan gejala covid-19 yang lain. Terlebih bila pernah melakukan kontak dengan pasien covid-19.
“ Apabila merasa mengalami malaise dan ada gejala lain atau ada riwayat kontak erat dengan pasien covid-19, sebaiknya segera memeriksakan diri di rumah sakit,” ungkapnya kembali.
(Sumber: ugm.ac.id)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam