Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Banyak cara dilakukan orang untuk membentuk tubuh langsing, selain dengan olahraga, diet pun dilakukan. Diet pun memiliki banyak jenis, salah satunya Caveman Diet atau disebut juga Paleolitik.
Paleo atau Caveman Diet bukan tanpa kontroversi. Beberapa ahli menyatakan bahwa manusia telah beradaptasi dengan diet yang lebih luas termasuk biji-bijian, susu, dan kacang-kacangan. Sedangkan beberapa ahli lainnya mempertanyakan bukti logika evolusi diet ini, meskipun biji-bijian dan susu tampaknya sehat.
Ilmu gizi mengungkapkan temuan barunya tentang makanan yang sehat dan beberapa ahli mengatakan yang perlu kita lakukan adalah makan seperti nenek moyang Zaman Batu untuk menjadi sehat.
Diet ini memiliki banyak nama di antaranya Caveman Diet, Paleolitik (Paleo Diet), stone Age, dan diet Warrior. Program ini didasarkan pada makan tanaman dan binatang liar mirip dengan yang dilakukan manusia gua sekitar 10.000 tahun yang lalu.
Tubuh pun secara genetik diprogram untuk makan seperti nenek moyang zaman paleolitik, dikutip Webmd, Selasa 11 Agustus 2015.
Diet ini dilakukan untuk menyeimbangkan asupan nutrisi dan mengurangi timbulnya penyakit kronis. Beberapa ahli mengatakan diet Paleo adalah diet sangat sehat. " Diet khas Barat ini bertanggung jawab untuk tingkat epidemi obesitas, penyakit jantung, diabetes , dan banyak lagi," ujar Profesor di Colorado State University dan penulis The Paleo Diet, Loren Cordain, PhD.
Diet ini didasarkan pada makanan yang bisa diburu dengan memancing seperti saat zaman paleolitik mengumpulkan makanan. Makanan tersebut di antaranya daging, ikan, kerang, telur, kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan dan biji-bijian.
Pada diet ini, seseorang yang menjalankan akan melewatkan garam dan minuman apapun selain air, air kelapa atau teh hijau organik. Madu dan gula kelapa juga dikonsumsi namun dengan jumlah terbatas.
Beberapa ahli yang mendukung diet ini menyarankan makan makanan organik, ikan tangkapan liar, dan daging dari hewan yang makan rumput karena kualitas gizinya sama dengan yang diperoleh nenek moyang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya