Pandemi Sadarkan Manusia pada Arti Kebahagiaan Lewat Kebersamaan

Reporter : Dwi Ratih
Kamis, 28 Januari 2021 09:45
Pandemi Sadarkan Manusia pada Arti Kebahagiaan Lewat Kebersamaan
Apakah kamu merasakan juga?

Dream – Sebelum terjadinya pandemi pada 2020, banyak orang merasa bahwa bahagia bisa didapatkan dengan ragam cara, seperti bepergian ke luar kota atau negeri dan membeli baju atau gadget terbaru.

Namun saat ini, makna kebahagiaan telah berubah karena hal sederhana seperti kebersamaan dan dapat bermanfaat bagi orang lain.

Enggak harus bernilai mahal, kamu bisa saling berbagi dengan hal-hal kecil namun memiliki nilai berarti.

Berikut beberapa hal yang menunjukkan betapa pentingnya kebersamaan dalam menciptakan kebahagiaan menurut sebuah survei global dari Wall’s yang dilakukan pada 2020 terhadap 12.500 orang di 12 negara, termasuk Indonesia.

1 dari 3 halaman

1. Merasa Lebih Mudah untuk Meminta Bantuan dari Orang Lain

Jika selama ini kita enggan untuk meminta bantuan, tahun 2020 telah mengajarkan kita bahwa tidak ada salahnya untuk mengakui bahwa ada kalanya perlu bantuan orang lain.

Hal ini bisa berupa meminta bantuan untuk sekadar membetulkan perabot yang rusak kepada teman, meminjam peralatan kepada tetangga, atau bahkan sekadar curhat ke ibu saat sedang jenuh menghadapi pekerjaan kantor.

ilustrasi© Shutterstock

2. Lebih Proaktif Menawarkan Bantuan Kepada Orang Lain

Satu hal yang diajarkan di 2020 adalah betapa pentingnya kebersamaan terutama dalam keadaan yang sulit.

Justru, rasa bahagia hadir ketika kita dapat membantu orang lain. Misalnya, di beberapa komplek perumahan, warga berinisiatif secara bergantian menyumbang masker untuk komunitas mereka dan makanan bagi keluarga yang sedang sakit.

Banyak dari kita juga semakin menyadari bahwa memberikan bantuan tidak hanya berupa materi, namun lebih dari itu, seperti menunjukkan perhatian dan menguatkan kita melewati hari-hari di rumah.

2 dari 3 halaman

3. Merasa Lebih Dekat dengan Orang-orang di Sekitar

Begitu banyak hal yang tadinya tidak kita ketahui dari kehidupan rekan kantor, sekarang menjadi topik obrolan sehari-hari, seperti hewan peliharaan di rumah, makanan kesukaan, cerita lucu saat masih Sekolah Dasar (SD), bahkan berapa jumlah adik kakak yang sering kita lihat lewat di depan layar saat pertemuan daring.

Teman kantor yang tadinya kita kira serius dan pendiam, ternyata saat video call banyak bercerita lucu yang membuat teman lainnya selalu tertawa.

Keterbatasan untuk keluar rumah juga membuat banyak orang menjadi lebih dekat dengan komunitasnya termasuk dengan tetangga mereka. Tetangga dan orang sekitar menjadi keluarga kedua bagi kita.

4. Mempererat Tali Silaturahmi Selama Pandemi

Berkat teknologi, berhubungan secara daring tidak lagi mengenal batas wilayah.

Jika dulunya kita perlu menghabiskan waktu berjam-jam untuk bisa bertemu saudara di kota lain, kini kita tinggal melakukan video call untuk 'bertemu' mereka secara daring.

Media sosial juga sangat membantu kita semakin dekat dengan teman di luar kota, bahkan di luar negeri. Tahun 2020 memperlihatkan kepada kita betapa jarak tidak menghalangi kita untuk berkumpul bersama, meskipun secara virtual.

3 dari 3 halaman

5. Kembali Menjalin Hubungan dengan Teman atau Keluarga yang Sudah Lama Tidak Berkontak

Ilustrasi© Shutterstock

Bahkan untuk momen-momen tertentu seperti puasa, Lebaran, Natal dan perayaan tahun baru yang lalu dipergunakan untuk menghabiskan waktu bersama-sama dengan tertawa dan berbagi kebahagiaan meskipun secara daring.

Keluarga yang sebelum pandemi sudah lama tidak berkontak. Mulai dari buka puasa bersama, hingga temu kangen reuni alumni secara virtual.

Dari beberapa pertemuan di atas menunjukan bahwa kebahagian itu sederhana, yaitu dengan menebarkan kebahagian kepada sesama.

Untuk itu, sepanjang tahun 2021 ini Wall’s akan melakukan serangkaian kegiatan yang mengajak untuk membuat indonesia menjadi lebih bahagia.

Reporter: Yuni Puspita Dewi

Beri Komentar