Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi/Shutterstock
Dream – Sebelum terjadinya pandemi pada 2020, banyak orang merasa bahwa bahagia bisa didapatkan dengan ragam cara, seperti bepergian ke luar kota atau negeri dan membeli baju atau gadget terbaru.
Namun saat ini, makna kebahagiaan telah berubah karena hal sederhana seperti kebersamaan dan dapat bermanfaat bagi orang lain.
Enggak harus bernilai mahal, kamu bisa saling berbagi dengan hal-hal kecil namun memiliki nilai berarti.
Berikut beberapa hal yang menunjukkan betapa pentingnya kebersamaan dalam menciptakan kebahagiaan menurut sebuah survei global dari Wall’s yang dilakukan pada 2020 terhadap 12.500 orang di 12 negara, termasuk Indonesia.
Jika selama ini kita enggan untuk meminta bantuan, tahun 2020 telah mengajarkan kita bahwa tidak ada salahnya untuk mengakui bahwa ada kalanya perlu bantuan orang lain.
Hal ini bisa berupa meminta bantuan untuk sekadar membetulkan perabot yang rusak kepada teman, meminjam peralatan kepada tetangga, atau bahkan sekadar curhat ke ibu saat sedang jenuh menghadapi pekerjaan kantor.

2. Lebih Proaktif Menawarkan Bantuan Kepada Orang Lain
Satu hal yang diajarkan di 2020 adalah betapa pentingnya kebersamaan terutama dalam keadaan yang sulit.
Justru, rasa bahagia hadir ketika kita dapat membantu orang lain. Misalnya, di beberapa komplek perumahan, warga berinisiatif secara bergantian menyumbang masker untuk komunitas mereka dan makanan bagi keluarga yang sedang sakit.
Banyak dari kita juga semakin menyadari bahwa memberikan bantuan tidak hanya berupa materi, namun lebih dari itu, seperti menunjukkan perhatian dan menguatkan kita melewati hari-hari di rumah.
Begitu banyak hal yang tadinya tidak kita ketahui dari kehidupan rekan kantor, sekarang menjadi topik obrolan sehari-hari, seperti hewan peliharaan di rumah, makanan kesukaan, cerita lucu saat masih Sekolah Dasar (SD), bahkan berapa jumlah adik kakak yang sering kita lihat lewat di depan layar saat pertemuan daring.
Teman kantor yang tadinya kita kira serius dan pendiam, ternyata saat video call banyak bercerita lucu yang membuat teman lainnya selalu tertawa.
Keterbatasan untuk keluar rumah juga membuat banyak orang menjadi lebih dekat dengan komunitasnya termasuk dengan tetangga mereka. Tetangga dan orang sekitar menjadi keluarga kedua bagi kita.
4. Mempererat Tali Silaturahmi Selama Pandemi
Berkat teknologi, berhubungan secara daring tidak lagi mengenal batas wilayah.
Jika dulunya kita perlu menghabiskan waktu berjam-jam untuk bisa bertemu saudara di kota lain, kini kita tinggal melakukan video call untuk 'bertemu' mereka secara daring.
Media sosial juga sangat membantu kita semakin dekat dengan teman di luar kota, bahkan di luar negeri. Tahun 2020 memperlihatkan kepada kita betapa jarak tidak menghalangi kita untuk berkumpul bersama, meskipun secara virtual.

Bahkan untuk momen-momen tertentu seperti puasa, Lebaran, Natal dan perayaan tahun baru yang lalu dipergunakan untuk menghabiskan waktu bersama-sama dengan tertawa dan berbagi kebahagiaan meskipun secara daring.
Keluarga yang sebelum pandemi sudah lama tidak berkontak. Mulai dari buka puasa bersama, hingga temu kangen reuni alumni secara virtual.
Dari beberapa pertemuan di atas menunjukan bahwa kebahagian itu sederhana, yaitu dengan menebarkan kebahagian kepada sesama.
Untuk itu, sepanjang tahun 2021 ini Wall’s akan melakukan serangkaian kegiatan yang mengajak untuk membuat indonesia menjadi lebih bahagia.
Reporter: Yuni Puspita Dewi
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya