Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Pemerintah Mendorong Gairah Masyarakat Untuk Membeli Mobil Melalui Diskon PPnBM. (foto: Shutterstock)
Dream – Sebagai respons dampak pandemi di sektor ekonomi, pemerintah kembali melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Salah satu strategi PEN adalah melindungi industri dalam negeri.
Caranya, melonggarkan tarif Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM), khususnya pada kendaraan bermotor. Kebijakan ini diyakini bisa menggenjot aktivitas produksi industri otomotif dan pemasukan bagi negara.
“ Insentif diberikan kepada konsumen, bukan kepada korporasinya (produsen). Dari segi penerimaan negara itu kita sudah menghitung ada kompensasinya tentu dengan peningkatan volume kemudian PPh meningkat,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, melalui webinar, Selasa 16 Februari 2021.
Pemberian insentif tersebut akan dilakukan secara bertahap selama sembilan bulan, mulai dari Maret 2021 dan berlangsung selama tiga bulan pada setiap tahapannya. Pada tahap pertama Insentif PPnBM akan diberikan sebesar 100 persen dari tarif, tahap kedua insentif PPnBM diberikan sebesar 50 persen dari tarif, dan tahap ketiga insentif PPnBM akan diberikan 25 persen dari tarif .
“ Dengan penurunan PPnBM, kita harapkan akan bisa menurunkan harga kendaraan bermotor. Dengan begitu bisa meningkatkan pembelian dari sisi demand, yang akhirnya akan meningkatkan produksi kendaraan bermotor,” tambah Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono.
Hal tersebut menjadi salah satu upaya atas kondisi yang memprihatinkan pada industri kendaraan bermotor sebagai penjualan paling rendah di masa pandemi. Bahkan penurunan penjualan motor mencapai 43,57 persen serta penurunan penjualan mobil mencapai 48,35 persen pada tahun 2020 lalu.
Pemberian insentif PPnBM untuk kendaraan bermotor ini akan diberikan untuk target pasar kelompok menengah bawah, seperti kategori kendaraan sedan dengan segmen maksimal sebesar 1.500cc (≤ 1.500cc), dan kendaraan 4x2 type dengan segmen maksimal sebesar 1.500cc (≤ 1.500cc).
Pemberian insentif akan menggunakan skema PPnBM DTP (Ditanggung Pemerintah). Pemilihan segmen kendaraan tersebut adalah karena memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang lebih dari 70 persen.
Namun kebijakan pemilihan satu kelompok masyarakat, dianggap kurang efektif dan sebaiknya memilih dua target, walaupun dengan jumlah potongan yang berbeda. Pengamat ekonomi, Piter Abdullah, mengatakan efektivitas kebijakan ini lebih kecil daripada kebijaka yang diberikan kepada kendaraan bermotor yang target pasarnya adalah kelompok atas.
“ Tentunya, petimbangannya kendaraan itu diproduksi di dalam negeri dengan tingkat kandungan lokal yang cukup tinggi,” kata dia.
Piter mengatakan penurunan yang diberikan tidak harus sama. Misalnya, PPnBM kendaraan bermotor 1500 cc bisa diberikan potongan 100 persen. Kemudian, kendaraan mewah mendapatkan potongan 50 persen.
Dua kelompok masyarakat sama-sama mendapatkan insentif untuk dapat memicu akselerasi pertumbuhan ekonomi yang cepat di bagian otomotif. Bahkan, kata dia, sekitar 80 persen konsumsi dikontribusi oleh kalangan menengah ke atas.
Reporter: Yuni Puspita Dewi
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan