Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (www.knotsvilla.com)
Dream - Tangis bahagia. Mungkin kita bingung mengapa orang yang bahagia justru menangis. Sebab, selama ini menangis identik dengan kesedihan.
Dikutip Dream dari laman news.com.au, Senin 17 November 2014, para psikiater memiliki jawabnya. Menurut penelitian, tangis kebahagiaan merupakan cara tubuh untuk mengembalikan ‘keseimbangan emosional.’
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psicological Science, para psikiater menggunakan sampel para remaja putri yang berteriak histeris dalam konser Justin Bieber hingga seorang istri yang menangis saat bertemu dengan suami yang baru saja pulang dari medan perang.
Menurut Oriana Oragon, psikiater dari Universitas Yale, Amerika Serikat, seseorang yang bisa mengekspresikan reaksi negatif terhadap berita positif mampu mengelola emosi yang intens dengan lebih cepat.
Penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan antara emosi individual dengan skenario berbeda. Sebagai contoh, orang-orang yang mudah menangis pada kelulusan anaknya juga paling mungkin ingin mencubit pipi bayi yang dianggap lucu.
Para psikiater juga menyimpulkan bahwa keseimbangan emosi yang berlawanan juga bekerja dengan cara lain. Gugup misalnya, bisa terjadi ketika orang dihadapkan dengan kesulitan atau ketakutan. Psikolog juga percaya orang kadang-kadang tersenyum ketika mereka berada pada kondisi paling menyedihkan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang