Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Gaya hidup masyarakat perkotaan yang selalu disibukkan dengan pekerjaan kerap membuat waktu tidur dan makan malam sedikit terabaikan. Bahkan tidak jarang waktu makan malam dan tidur tidak menentu antara satu hari dan hari berikutnya.
Tanpa disadari, kebiasaan tersebut ternyata bisa memicu penyakit diabetes dan obesitas. Agar terhindar dari dua penyakit tersebut, peneliti menyarankan untuk makan malam paling telat jam 8 malam sehingga Anda bisa tidur lebih cepat. Mengapa demikian?
Mengutip laman Boldsky, setidaknya ada beberapa alasan diantaranya menghindari refluks asam, menyeimbangkan pola hidup, memberikan jeda antara waktu makan dan tidur, terhindar dari obesitas dan membuat Anda tidak kalap saat melihat makanan.
Kelima alasan tersebut bukan tanpa alasan, mengingat jika Anda terbiasa menunda makan maka hal tersebut sama saja membuat perut menahan lapar lebih lama hingga bisa memicu gangguan pencernaan dan meningkatkan kadar asam lambung. Nyeri asam lambung kerap membuat Anda tidak mendapatkan istirahat berkualitas, hingga merusak siklus hidup.
Seperti diketahui pula, jika lambung membutuhkan waktu untuk mencerna makanan. Pada saat ada jeda antara waktu makan dan waktu tidur minimal satu jam, secara tidak langsung Anda memberi kesempatan untuk organ tubuh bekerja sesuai fungsinya.
Sejumlah peneliti melihat adanya kaitan antara waktu makan malam yang telat dengan obesitas. Mengingat ketika perut kian terasa lapar, maka tanpa disadari Anda cenderung makan lebih banyak hingga bisa memicu peningkatan berat badan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya