Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Shutterstock
Dream - Imunitas menjadi ujung tombak pertahanan tubuh dalam melawan penyakit, terutama di masa pandemi seperti sekarang ini.
Jamu atau obat tradisional Indonesia merupakan warisan budaya yang sudah turun-temurun digunakan secara luas untuk memelihara kesehatan dan vitalitas tubuh. Berbeda dengan obat, jamu merupakan upaya preventif untuk mencegah tubuh terserang penyakit.
Berbagai tanaman obat di Indoensia terbukti secara efektif bekerja sebagai imodulator. Mereka di antaranya jahe, meniran, pegagan, bawang putih, temulawak, kunyit, meniran, dan temu mangga.
" Imunomodulator adalah zat atau substansi yang dapat memodifikasi respon imun yang mampu mengaktifkan mekanisme pertahanan alamiah maupun adaptif," ujar Inggrid Tania, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia.
Salah satu sifat imunomodulator adalah imunostimulan, yang dapat meningkatkan kinerja komponen imun. Senyawa tersebut bekerja ketika terdapat patogen atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh.
Imunomodulator herbal dapat menstimulasi kemampuan tubuh untuk mengatur sistem imun kuat sehingga tercipta kinerja optimal. Jika bekerja secara optimal, daya tahan tubuh akan meningkat dan tidak mudah terserang penyakit.
" Pada anak-anak, imunomodulator herbal juga terbukti mampu mengoptimalkan tumbuh kembang anak," kata Inggrid.
Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan imunitas tubuh. Mulai dari mengonsumsi makanan bergizi hingga menjaga stamina dengan olahraga. Selain itu juga bisa dengan mengonsumsi produk herbal agar daya tahan tubuh tetap optimal.
PT Martina Berto, Tbk meluncurkan Berto ImunKu dan ImunKu Junior, produk herbal sebagai imunomodulator untuk meningkatkan daya tahan tubuh secara alami.
Hadir dalam kemasan praktis, Berto ImunKu mengandung enam herbal pilihan antara lain meniran (Phyllanthus niruri), jahe (Zingiberis officinale), kunyit (Curcumae domestica), kencur (Kaempferiae galangae), temulawak (Curcumae xanthorrhizae) dan madu (Mel Depuratum).
" Berto ImunKu merupakan cairan herbal dari konsetrat bahan jahe, kencur, temulawak, meniran, kunyi dan madu sebagai immunomodulator yang mampu meningkatkan imun tubuh secara alami," ujar Kilala Tilaar, CEO Martha Tilaar Group.
Dream - Tak hanya vaksin, berbagai pihak mencoba untuk menemukan pencegahan serta penanganan terbaik untuk menghadapi virus corona.
Seperti yang dilakukan oleh tim peneliti LIPI bersama PDPOTJI, PDPI, Balitbangkes Kemenkes, BNPB, TNI serta tim tenaga kesehatan RSDC Wisma Atlet Kemayoran.
Mereka melakukan uji klinis kandidat imunomodulator herbal untuk pasien Covid-19 di Wisma Atlet. Penelitian tersebut dimulai pada 8 Juni 2020 hingga pengujian terakhir di tanggal 15 Agustus 2020.
" Penelitian ini menyertakan 90 subyek yang terbagi jadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 30 orang," ungkap Masteria Yunovilsa, Staf Pusat Penelitian Bioteknologi dalam webinar Perkembangan Terkini Uji Klinis Kandidat imunomodulator Herbal untuk Pasien Covid-19 di Wisma Atlet, Senin 17 Agustus 2020.
Kelompok pertama mendapatkan paparan terapi standar Covid-19 dan IP1. Kelompok kedua mendapat terapi standar dan IP2.
Sedangkan, kelompok 3 mendapat paparan terapi standar Covid-19 dan plasebo. Sebelum menentukan 90 subyek tersebut, mereka melakukan skrining pada 153 pasien.
" Sebanyak 90 pasien enrolled, 61 pasien gagal skrining dan 2 pasien dienrolled namun tidak memenuhi inklusi," lanjutnya.
Semua subyek akan mengonsumsi imunomodulator herbal yang berasal dari Indonesia, yaitu kombinasi jahe merah, muniran, sambiloto dan daun sembung.
Hingga saat ini, penelitian tersebut sedang memasuki tahap data cleaning atau verifikasi data untuk memastikan akurasi.
" Setelah data cleaning, datanya akan dilock dan dianalisa statistik. Lalu, memasuki proses unblinding untuk mengevaluasi antar kelompok" .
Ia juga memaparkan bahwa hasil penelitian akan diproses secepat mungkin. " Dalam 2 minggu kemarin sudah dibantu BPOM. Maksimal 3 minggu bisa selesai. Tinggal menunggu keputusan BPOM selaku regulator yang akan mengumumkan supaya tidak salah klaim," jelas Masteria.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya