Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kondisi mental dan psikologis anak-anak yang berusia di bawah 6 tahun, bisa mengalami masalah. Orangtua sebagai pendamping yang selalu berada di dekat anak selama 24 jam cenderung merasa paling berhak dan mampu mengatasi masalah psikologis tersebut.
Padahal bisa jadi sumber masalah psikologis anak ternyata orangtua atau keluarganya sendiri. Efeknya anak jadi merasa stres dan tertekan. Bagaimana caranya untuk mengatasi masalah tersebut?
Bantuan dari profesional sebenarnya sangat dibutuhkan. Tapi sayang banyak orangtua justru menganggap bantuan psikolog, psikiater atau dokter tumbuh kembang justru memunculkan stigma negatif. Padahal dengan meminta bantuan profesional, masalah pada anak bisa teratasi dengan efektif.
" Anak memiliki banyak 'wajah'. Ada banyak masalah yang terjadi pada mereka tapi indikatornya tak terlihat dengan jelas," ungkap Dr. Giamarie Daino, seorang psikolog anak, seperti dikutip dari Fatherly.
Hal yang paling terlihat pada anak usia TK saat mengalami masalah psikologis adalah ketika muncul masalah perilaku. Mengamuk lebih lama dan lebih sering. Pencapaiannya juga malah menurun. Seperti, yang biasanya sudah bisa ke toilet sendiri, malah jadi lebih sering mengompol.
" Perhatikan juga kebiasaan tidurnya, jika sering terbangun, gelisah atau menangis tengah malam, disertai kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan, maka orangtua harus waspada," ujar Daino.
Ia menekankan para orangtua untuk jangan mengesampingkan intuisi. Terutama jika kemampuan komunikasi anak menurun drastis. Kadang muncul perasaan ada yang tak beres ketika melihat perubahan perilaku anak.
Apabila demikian jangan segan untuk berkonsultasi dengan profesional. Bisa dengan dokter anak, psikolog atau terapis.
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym


5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?