Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pria Berhidung Besar Ternyata Memiliki Ukuran Penis Lebih Panjang Foto:Shutterstock
Dream - Kamu mungkin pernah mendengar guyonan yang berbunyi " semakin besar hidung pria maka semakin besar ukuran alat vitalnya" Ternyata guyonan ini bukan hanya guyonan semata, namun sebuah riset mengungkapkan adanya korelasi antara ukuran hidung dengan Mr P.
Menurut riset yang dilakukan oleh peneliti dari Kyoto Prefectural University of Medicine, terdapat korelasi yang signifikan antara ukuran hidung dengan penis.
Hasil riset yang dipublikasikan dalam jurnal Basic and Clinical Andrology menemukan bahwa pria dengan hidung yang lebih besar memiliki Mr P berukuran setidaknya 5,3 inci atau 13,4 cm saat diukur dengan metode perenggangan atau Stretched Penis Length (SPL).
Sedangkan pria dengan hidung yang lebih kecil memiliki Mr P berukuran 4,1 inci atau 10,4 centimeter saat sedang ereksi.
Tim peneliti menarik kesimpulan dengan cara mengukur berbagai bagian tubuh jasad 126 pria dalam waktu tiga hari setelah kematian.

Setelah memperhitungkan berbagai faktor seperti tinggi, berat, dan ukuran penis, peneliti kemudian menyusun data panjang Mr P setiap mayat yang dilakukan dengan metode SPL.
Riset ini menyimpulkan fakta ukuran hidung terkait dengan SPL menunjukkan bahwa panjang Mr P mungkin tidak ditentukan oleh usia, tinggi atau berat badan, namun telah ditentukan sejak lahir.
" Meskipun hasil kami tidak berguna untuk tujuan forensik, memahami proses pertumbuhan penis atau fitur wajah mungkin sangat penting untuk memperkirakan tingkat androgen janin dan mengikuti fungsi genital pria."
Penelitian ini masih terbatas pada mayat pria di Jepang sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Namun penelitian ini mungkin dapat menunjukan bahwa anatomi wajahmu memberikan informasi yang tidak kamu duga sebelumnya.
(Sumber: menshealth.com)
Dream – Menjaga kebersihan area intim sangatlah penting bagi semua orang, termasuk seorang pria. Organ intim perlu tetap kering dan selalu terjaga kebersihannya agar terhindar dari berbagai bakteri yang dapat menimbulkan risiko penyakit kesehatan.
Hal ini perlu dilakukan juga demi kebaikan pasangan saat melakukan hubungan seksual. Berhubungan intim dapat menularkan bakteri dan penyakit apabila organ intim tidak dijaga. Pemakaian kondom saat berhubungan seks belum tentu menjamin kebersihan dan terhindar dari berbagai penyakit seksual.
Dengan menjaga kebersihan organ intim yang benar secara rutin dapat menjamin kehidupan seksual lebih sehat. Membersihkan organ intim yang benar dapat dilakukan dengan mencucinya dengan air bersih dan mengalir.
Selain itu, area di bawah alat kelamin juga harus dicuci karena keringat dan rambut yang terdapat di sana dapat menimbulkan bau tidak sedap. Tidak hanya itu setiap pria harus memperhatikan area intim dan bokong mereka agar tetap terbebas dari keringat, lembap, dan tidak berbau, terutama saat sebelum melakukan hubungan seksual. Jadi lebih baik untuk membersihkan area tersebut dengan air sebelum melakukan aktivitas seksual.
Setelah dibersihkan tentunya organ intim tetap perlu dijaga kebersihannya, karena kapan saja bakteri dapat muncul dan menempel. Lalu bagaimana cara menjaga kebersihan organ intim dengan benar?
© © Shutterstock
1. Jaga agar tetap kering
Untuk menghindari infeksi jamur, pria harus memastikan area intim mereka selalu kering setelah sesi berenang, mandi, atau bahkan berkeringat. Ini juga berlaku saat sebelum melakukan hubungan seksual, pastikan penis bersih sehingga sehingga mengurangi risiko, mulai dari infeksi hingga kemungkinan penularan.
2. Sertakan jadwal pembersihan
Hampir semua orang memiliki aroma unik di sekitar bagian intim, hal ini terlepas dari seberapa bersih area tersebut. Jadi pastikan selalu menyertakan rutinitas pembersihan setidaknya sekali sehari dan setiap setelah latihan yang menimbulkan banyak keringat. Bersihkan area tersebut dengan air bersih, apabila tidak cukup gunakan sabun pencuci organ intim.
3. Pencuci intim diperlukan
Infeksi pada bagian intim pada umumnya disebabkan oleh ketidakseimbangan tingkat pH. Menggunakan pencuci intim bermanfaat untuk menyeimbangkan pH agar menjadi ideal –pH idel adalah 3,5– dan menjaga STD tetap terkendali.
4. Gunakan bawahan yang nyaman
Sesak dan keringat dapat mempengaruhi kesuburan dan memberi jalan bagi masalah seperti gatal di selangkangan, gunakan bawahan yang longgar atau tidak terlalu ketat untuk menjaga kebersihan intim lebih baik. Saat harus berolahraga gunakan pakaian ketat untuk menghindari rasa tak nyaman dan pastikan membersihkan area intim setelah selesai olahraga.
Laporan Josephine Widya/ Sumber: Times of India
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya