Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Penyakit kanker paru-paru kini tengah jadi sorotan. Sederet pesohor diketahui harus berjuang melawan penyakit ini. Nita Octobijanthy, istri Indro 'Warkop' salah satunya.
Sayangnya, perjuangan Nita harus berakhir. Ia mengembuskan napas terakhirnya malam tadi 9 Oktober 2018 karena kanker paru-paru stadium 4 yang diidapnya.
Penting diketahui, pemicu utama kanker paru-paru ini adalah rokok, baik itu perokok aktif maupun perokok pasif.
Dikutip dari Alo Dokter, merokok bisa dikatakan sebagai penyebab utama kanker paru-paru. Orang yang paling berisiko terkena kanker paru-paru adalah perokok aktif. Sekitar 85 persen kanker paru-paru dikaitkan dengan kebiasaan merokok.
Tembakau bertanggung jawab atas lebih dari 80% penyebab kanker paru-paru di seluruh dunia. Bahan-bahan berbahaya dalam rokok, seperti dikutip dari Parkway Cancer Center, merusak sel paru-paru secara signifikan.
Lama kelamaan, sel yang rusak tersebut bisa menjadi kanker. Inilah sebabnya merokok, rokok pipa, atau pun cerutu dapat menyebabkan kanker paru-paru.
Menjadi perokok pasif pun bisa menyebabkan kanker paru-paru bagi orang yang tidak merokok. Semakin banyak seseorang terpapar asap rokok, semakin besar risiko terkena kanker paru-paru.
Selain rokok, beberapa penyebab kanker paru-paru lain adalah menghirup arsenik, radiasi, dan polusi udara. Kanker paru-paru juga lebih umum terjadi pada orang yang sudah lanjut usia.

Berdasarkan data WHO, kanker paru-paru adalah salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang laki-laki Indonesia.
Sementara, data Globocan atau International Agency for Research on Cancer (IARC) pada 2012, di Indonesia terdapat 25.322 kasus kanker paru-paru yang menimpa pria dan 9.374 kasus yang menimpa wanita.
Hasil penelitian pada 100 Rumah Sakit di Jakarta menunjukkan bahwa kanker paru merupakan kasus kanker terbanyak pada laki-laki, dan nomor empat terbanyak pada wanita.
Angka kejadian kanker paru cukup rendah pada usia di bawah 40 tahun, dan semakin meningkat hingga usia 70 tahun.

Rupanya kanker paru-paru merupakan 'silent killer'. Di stadium yang masih dini gejala yang muncul rupanya seperti keluhan batuk biasa, bahkan tidak menunjukkan gejala. Ketika sel kanker semakin aktif dan menyebar baru dirasakan gejala yang khas.
Seperti batuk terus menerus dan tak pernah sembuh. Sesak napas dan sangat sulit untuk bernapas panjang. Terasa sakit di dada dan kadang sampai keringat dingin. ucul darah di dahak saat batuk.
Suara pun jadi berubah lebih serak. Kondisi tubuh jadi lebih cepat letih dan berat badan turun secara drastis.
Jika mengalami gejala-gejala tersebut segera periksakan diri ke dokter. Apalagi jika Anda termasuk perokok aktif atau tinggal dan selalu berada di lingkungan para perokok.
(ism, Sumber: Alo Dokter/ Parkway Cancer Centre)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya