Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(shutterstock.com)
Dream - Jangan sembarangan mengonsumsi obat kuat apalagi obat untuk disfungsi ereksi. Pastikan berkonsultasi dulu dengan dokter untuk tahu dosis yang tepat sesuai dengan keluhan.
Seorang pria di New York, Amerika Serikat mengalami gangguan mata. Matanya memerah dan tak kunjung pulih. Kasus ini dilaporkan dalam jurnal Retinal Cases & Brief Reports yang dipublikasikan pada 1 Oktober 2018.
Pria berusia 31 tahun yang tak disebut namanya ini datang ke klinik perawatan darurat mata di New York Eye dan Ear Infirmary of Mount Sinai dua tahun lalu. Ia mengeluh matanya memerah dan terjadi penurunan kontras di kedua matanya.
Kontras penglihatan mengacu pada kemampuan mata dalam membedakan suatu objek dari lingkungannya. Hal ini berdasarkan perbedaan cahaya dan warna, dilansir dari Live Science.
Ia mengaku membeli obat disfungsi ereksi cair secara daring dan meminumnya langsung dari botol. Obat itu mengandung senyawa sildenafil citrate, yang termasuk versi generik dari Viagra.
Akibat minum obat disfungsi ereksi langsung dari botol, sang pria tidak tahu berapa banyak dosis yang dikonsumsi. Tapi ia menduga dosis yang diminumnya jauh lebih banyak daripada yang diinstruksikan.
Pencitraan mata dan pemeriksaan lainnya menunjukkan, obat disfungsi ereksi, merusak sel retina mata bagian luar. Dalam hal ini merusak fotoreseptornya--sel retina yang mengubah cahaya menjadi sinyal listrik dan memungkinkan kita untuk melihat.
Ada dua jenis fotoreseptor, yaitu kerucut, yang memungkinkan kita melihat warna, dan batang serta memungkinkan melihat dalam cahaya redup. Tes pencitraan menunjukkan, kerucut penginderaan warna ikut rusak.
Bahkan efek samping umum obat disfungsi ereksi bisa berupa perubahan penglihatan, menurut Richard Rosen dari New York Eye and Ear Infirmary of Mount Sinai.
Studi praklinis yang dilakukan Pfizer (pembuat Viagra) telah menunjukkan, dosis tinggi (200 miligram) dari obat-obatan disfungsi ereksi menyebabkan masalah penglihatan pada 50 persen subjek.
Rosen menekankan, obat tertentu yang dibeli secara daring tidak melalui persetujuan U.S. Food and Drug Administration. Sejumlah obat pun ada yang bisa menimbulkan efek samping pada mata.
Meskipun mata pria itu membaik, penglihatannya belum sepenuhnya kembali normal. Ia bisa mengalami kerusakan mata permanen.
(ism, Sumber: Fitri Haryanti/Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya