Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Menahan lapar bisa sangat menyiksa bagi seseorang. Badan lemas dan perut terasa nyeri karena asam lambung naik. Tak hanya itu, rasa lapar bisa membuat seseorang lebih emosional. Ini bukanlah mitos.
Sebuah studi dari University of Guelph, Kanada, menyatakan bahwa emosi yang memuncak di kala lapar adalah reaksi dari penurunan kadar glukosa drastis atau hipoglikemia.
" Kami menemukan bahwa perubahan kadar glukosa bisa menyebabkan efek besar pada suasana hati," ungkap Francesco Leri, seorang ahli psikologi.
Pada awalnya, Leri meragukan sikap seseorang yang lebih emosional ketika belum makan. Tapi kini dia percaya bahwa hipoglikemia memiliki dampak pada kondisi psikologis dan fisiologis.
Jurnal Psychopharmacology membuat penelitian akibat penurunan kadar glukosa terhadap sikap pada sejumlah tikus. Sebagian tikus sudah disuntik terlebih dahulu sehingga kagar glukosanya menurun dan mengalami hipoglikemia. Di ruang lainnya, tikus tersebut diberikan air.
Ketika diberikan kesempatan untuk memilih ruangan, sebagian besar tikus menghindari tempat dimana mereka mengalami hipoglikemia.
" Mereka menghindar karena merasa stres dan takut. Mereka tidak mau mengalami hipoglikemia lagi," ungkap Leri.
Riset membuktikan darah tikus yang mengalami hipoglikemia mengandung zat kortikosteron. Zat tersebut merupakan zat pengindikasi stres.
Para peneliti percaya bahwa kebiasaan menunda lapar atau makan, bisa membuat sifat menjadi lebih emosional. Namun, mereka masih akan melakukan penelitian lebih lanjut tentang efek jangka panjangnya.
" Suasana hati dan pola makan yang buruk bisa menjadi kebiasaan jika seseorang tidak memenuhi kebutuhan asupannya. Suasana hati akan memburuk dan napsu makan hilang," ujar Thomas Horman, kepala penelitian tersebut.
Sumber: The Independent
Advertisement
Hari Ozon Sedunia, Ketahui Fakta Penting Lapisan Pelindung Bumi

Sosok Low Tuck Kwong, Dulu Perantau Kini Raja Batu Bara Indonesia

Tenteng Tumbler Hits, Bisa Bantu Kurangi Sampah Plastik

Mirwan Suwarso, Orang Madiun Dibalik Melejitnya Klub Sepak Bola Eropa Como-1907

AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia


12 Tanda Anda Perlu Segera Periksa ke Dokter Kulit, Jangan Tunggu Parah

Otak Manusia Ternyata Dirancang untuk Terhubung dengan Orang Lain, Ini Penjelasannya

Mengapa Banyak Orang Suka Menonton Konten Misteri? Ternyata Bisa Membantu Mengelola Rasa Cemas

Teh Hijau vs Teh Chamomile, Mana yang Lebih Baik untuk Menjaga Tekanan Darah?


Hari Ozon Sedunia, Ketahui Fakta Penting Lapisan Pelindung Bumi

Apakah Bahasa Baru atau Sekadar Dialek Berbeda? Mengungkap Fakta Mengenai Bahasa Betawi