Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream
Dream - Gelaran Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020 diramaikan oleh berbagai brand yang mengusung sustainable fashion. Konsep ini sedang gencar dicanangkan di dunia mode.
Seperti diketahui, industri fashion menyumbang limbah terbesar kedua untuk bumi. Diperlukan proses yang lebih beretika untuk meminimalisir limbah yang terbuang.
Brand asal Singapura dan Kanada, Lasouk, turut serta di gelaran MUFFEST 2020 dengan menghadirkan produk sustainable fashion berupa sajadah.

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream
" Seluruh material yang digunakan sudah mendukung kelestestarian lingkungan. Untuk bagian bawah sajadah kami gunakan natural rubber, sedangkan bagian atasnya dari synthetic suede. Kami juga memaka tinta berbasis air non toxic," uja Heikal, Founder Lasouk di arena MUFFEST, Jakarta, Kamis 20 Februari 2020.

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream
Tak hanya berfokus pada siklus produksi, after-use produk ini juga sangat bertanggung jawab. Sajadah yang sudah tidak digunakan dapat terurai dengan sendirinya.
Sajadah tersedia dalam ukuran regular dan travel friendly. Di hari pertama MUFFEST 2020, gerai Lasouk cukup ramai didatangi para pengunjung. " Mereka tertarik karena belum pernah melihat yang seperti ini," kata Heikal.

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream
Salah satu daya tarik sajadah ini adalah motif yang terinspirasi dari corak geometris ala Maroko. Nama Lasouk sendiri datang dari kata 'souks' atau pasar-pasar di Marrakech.
Warna-warna lembut juga membuatnya banyak digemari oleh wanita. Bahkan di acara tersebut, sajadah itu juga sempat mencuri perhatian istri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Fery Farhati Ganis. Ia sempat mampir dan melihat salah satu sajadah bercorak monokrom.

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream
Dream - Menyambut Idul Fitri, Anggiasari Mawardi meluncurkan koleksi terbaru di perhelatan Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020. Ia membawa koleksi dari brand Anggia Handmade.
Desainer asal Bandung ini hadir kembali dengan outfit bernuansa lembut. Warna pastel nan feminin dikemas secara romantis dalam koleksi bertajuk 'Unaloma'.
Karya fashion terlahir dari kegundahan sang desainer dalam mencari arah untuk menemukan jati diri.

" Koleksi kali ini juga sangat berbeda dari sebelumnya. Jika biasanya memakai detail bordir bunga, nah kali ini saya menerapkan motif geometris," kata Anggia di arena MUFFEST, Jakarta, Kamis 20 Februari 2020.

Lebih sedikit memakai bordir, Anggia tak kehabisan ide. Motif geometris dibubuhkan di berbagai sudut busana hingga memberi kesan minimalis. Ia turut memadukan aksen list berwarna putih dan baby pink.

Outfit yang terdiri dari H-line dress terlihat segar dengan sentuhan outer panjang dan hijab segi empat beraksen headpiece. Kombinasi warna peach, putih dan baby pink membuat busana muslim semakin cantik.
Di perhelatan busana ini, Anggiasari Asia Pacific Rayon yang mengusung bahan baku sustainable. " Saya pakai bahan organza dan tulle dengan detail bordir," jelasnya.
Dream - Dunia tengah digemparkan oleh virus corona (COVID-19) dari Wuhan. Saat ini kasusnya telah mencapai lebih dari 75 ribu dengan angka kematian 2 ribu jiwa.
Berangkat dari keresahan, desainer Irna Mutiara meluncurkan koleksi busana muslim bertema 'Corona'.
Koleksi yang ditampilkan di Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020 itu berawal dari kekhawatiran Irna Mutiara terhadap wabah corona.
Di balik duka dan musibah yang dialami banyak orang, ada sisi kreatif yang terbesit di kepala Irna usai melihat keindahan sel COVID-19.

" Corona ini sebenarnya bentuknya sangat cantik, tapi dia bisa membahayakan. Rancangan kali ini terinspirasi dari warna keemasan dan kuning kehijauan yang sama denga warna sel virus corona," kata Irna Mutiara di arena MUFFEST, Jakarta, Kamis 20 Februari 2020.
Berangkat dari brand Irna La Perle, ia mengangkat konten lokal Sumatera Barat berupa kain sulaman dari Padang Panjang dan suji cair yang menggunakan warna benang berbeda atau gradasi warna.
© Koleksi Irna Mutiara © Deki Prayoga/Dream.co.id
" Suji cair ini bentuknya bunga dan gradasi warnanya sangat halus. Ada songket pandai sikek juga," tutur desainer 50 tahun ini.
Koleksi hadir dalam bentuk gamis sebanyak 6 look. Potongan hadir lebih simpel dan shopisticated memakai siluet maxi dress yang dilengkapi belt dari tali.
Long outer dan kimono semakin memberi kesan chic dan kekinian.
© Koleksi Irna Mutiara © Deki Prayoga/Dream.co.id
Tak hanya stylish, koleksi ini digambarkan Irna sebagai bentuk dakwah para muslimah dalam menghadapi wabah COVID-19.
© Koleksi Irna Mutiara © shutterstock.com
" Ini bisa menjadi dakwah untuk lebih mendekatkan diri pada Allah, menutup aurat, mudah-mudahan terhindar dari semua penyakit.
Busana muslim ini kan menutup aurat agar terhindar dari segala malapetaka termasuk virus-virus yang tidak diinginkan," jelasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya