Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Brand Yang Ada Di Hijab Project Pop Up Store Muse 101. (foto: Dream.co.id/Ratih Wulan)
Dream - Setelah sukses membuka gerai pertamanya, MUSE 101 sebagai pionir muslim concept store kembali membuka outlet baru di Kuningan City Mall, Jakarta. Berbeda dengan konsep sebelumnya, Hijab Project dibuka sebagai wadah untuk memperkenalkan para desainer busana muslim pendatang baru.
Hijab Project hadir sebagai pop store yang mengusung konsep urban dan modern yang menjadi ciri khasnya. CEO MUSE 101, Temi Sumarlin mengatakan outlet baru ini menempati lokasi startegis karena berada di area perkantoran yang nantinya menjadi target pasar.
(foto: dream.co.id/Ratih Wulan)
"Ini adalah bentuk komitmen kami yang selalu ingin menjadi tuan rumah bagi start up muslim local brand dan menjadi small business incubation bagi tenant-tenant di dalamnya," kata Temi di Kuningan City Mall, Jakarta.
Sejauh ini sudah ada 16 brand pakaian muslim yang lolos proses kurasi. Ke depan, Temi berharap Hijab Project dapat menjawab segala kebutuhan muslimah yang cukup beragam, terutama saat memasuki musim ramadan seperti saat ini.
Lebih jauh Temi mengungkapkan bahwa keunggulan gerai ini nantinya akan lebih banyak menampilkan busana-busana kantor (office look). Seluruh koleksi siap ditawarkan dengan harga terjangkau mulai dari Rp 200 ribu hingga jutaan rupiah. Para pelanggan pun dijamin tidak akan kecewa dengan kualitas produk-produk mereka.
"Para wanita karier yang ingin tampil modis dapat menjadi pasar yang potensial agar dapat berhijrah setelah tampil dalam kenyamanan atau istilahnya modest movement," imbuhnya.
Sebagai wadah start up bisnis, Temi masih membuka peluang cukup besar bagi desainer yang ingin tampil. Namun harus tetap lolos syarat yang menjadi standar mereka. Setidaknya harus dari hasil karya sendiri, berkualitas bagus dan telah mampu memproduksi dalam jumlah banyak.
"Yang belum punya tempat display kirim saja portopolio kepada kami. Dan beberapa desainer baru produknya berhasil ada di sini seperti Zahratul Zanah yang mengeluarkan brand Mono Basic, lalu ada Cha the Label, Layla, Such, Zeza dan masih banyak lagi," tutup Temi.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS