Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Social Distancing/ Foto: Shutterstock
Dream - Salah satu protokol kesehatan yang selalu digaungkan demi mencegah penularan Covid-19 saat berada di ruang publik adalah selalu menjaga jarak atau social distancing. Jarak yang dianjurkan antara 1 hingga 2 meter.
Social distancing harus dilakukan bersamaan dengan mengenakan masker dan mencuci tangan pakai sabun selama 20 detik. Mungkin Sahabat Dream bertanya-tanya, seberapa efektifkah jaga jarak mencegah penularan Covid-19?
Penting diketahui kalau Covid-19 menyebar terutama di antara orang-orang yang melakukan kontak dekat untuk waktu yang lama. Penyebaran terjadi ketika orang yang terinfeksi virus tersebut batuk, bersin, atau berbicara.
Percikan (droplet) baik dari mulut atau hidung terbang ke udara dan mendarat di mulut atau hidung orang di sekitarnya. Tetesan juga bisa dihirup ke paru-paru. Dikutip dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention/ Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) Amerika Serikat, studi terbaru menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi tetapi tidak memiliki gejala kemungkinan besar juga berperan dalam penyebaran COVID-19.
Hal itu membuat orang terinfeksi dan tak ada keluhan dapat menyebarkan virus sebelum mereka tahu bahwa mereka sakit. Untuk itu sangat penting untuk menjaga jarak setidaknya 1,5 meter.
Jaga jarak juga harus diterapkan pada orang yang dikenal dekat dan tampak sehat. Pasalnya, kita tak bisa mengetahui kondisi orang positif Covid-19 secara kasat mata. Pencegahan adalah yang utama.
Jarak sosial juga membantu meminimalisir risiko untuk bersentuhan dengan permukaan yang terkontaminasi dan orang yang terinfeksi di luar rumah. Paling aman, hindari kerumunan atau tempat ramai.
Bila terpaksa ke area yang ramai, usahakan untuk menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain setiap saat, dan kenakan masker. Masker sangat penting pada saat jarak fisik sulit dilakukan.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID-19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Penggunaan masker berbahan scuba dan buff saat ini dilarang. Dua masker dengan bahan tersebut diketahui tak mampu mencegah penularan Covid-19 secara efektif. Pasalnya, hanya ada satu lapisan tipis sebagai pelindung.
Bahan tersebut malah bisa memecah partikel droplet menjadi lebih kecil dan menularkan virus. Masih banyak masyarakat yang bingung membedakan mana masker kain tiga lapis, masker bahan scuba dan masker buff.

Dokter Reisa Broto Asmoro, salah satu tim Satgas Covid-19 mengingatkan cara membedakannya. Untuk masker buff, biasanya digunakan para pemotor yang langsung dimasukkan ke leher dan menutupi mulut. Masker ini berbahan tipis dan hanya satu lapis.
" Masker yang disarankan adalah masker kain 3 ply atau tiga lapis, yakni masker kain yang memiliki lapisan paling luar sifatnya hydrophobic atau anti air. Intinya supaya kalau ada droplet atau percikan dari luar, kita gak menghirupnya," ujar dr Reisa dalam video yang diunggah di akun Instagramnya.
Ia juga berpesan untuk memperhatikan lapisan paling dalam. Harusnya bersifat nyaman, karena langsung menempel kulit dan sebaiknya cari bahan yang mampu menyerap uap air dari mulut.
Cari juga masker kain yang ada lapisan lagi di bagian tengahnya. Lapisan ini sangat penting sebagai penghalang.
" Sebagai barrier atau pembatas antara kain yang paling luar dan kain yang paling dalam," jelas dr. Reisa.
Untuk masker scuba, bahannya cenderung tipis. Hanya terdiri dari satu lapis, meskipun desainnya cukup menarik dan berbahan lembut, tapi proteksinya tidak efektif. Carilah masker yang benar-benar memiliki tiga lapisan, untuk perlindungan optimal. Simak penjelasan lengkapnya.
View this post on Instagram
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya