Sejarah Onitsuka Tiger: Dari Gurita di Atas Mangkok Lalu Mendunia

Reporter : Sugiono
Selasa, 16 Maret 2021 13:33
Sejarah Onitsuka Tiger: Dari Gurita di Atas Mangkok Lalu Mendunia
Brand sepatu Onitsuka Tiger mungkin sudah tidak asing lagi bagi para pencinta olahraga.

Dream - Brand Onitsuka Tiger mungkin sudah tidak asing lagi bagi para pencinta sepatu olahraga, khususnya cabang olahraga atletik seperti lari, lintas alam dan sebagainya.

Namun sekarang brand Onitsuka Tiger tidak hanya menyasar atletik saja, tapi juga cabang olahraga lainnya seperti sepak bola, golf, kriket, anggar, hingga tenis.

Tapi tahukah Sahabat Dream jika label sportwear ini didirikan awalnya untuk memberdayakan masyarakat di bidang olahraga pasca Perang Dunia II?

1 dari 6 halaman

Berawal dari Kondisi Masyarakat Pasca Perang Dunia

Otnisuka Tiger© Shutterstock.com

Pendiri brand Onitsuka Tiger, Kihachiro Onitsuka, percaya bahwa aktivitas olahraga adalah akses terbaik untuk mengubah gaya hidup, apalagi di masa pasca Perang Dunia.

Melalui Asics Ltd yang merupakan perusahaan baru Onitsuka Tiger, Kihachiro menyematkan slogan Anima Sana In Corpore Sano yang artinya pikiran yang sehat dalam tubuh yang sehat.

Semuanya dimulai pada tahun 1940-an yang merupakan awal Perang Dunia II. Akibat perang tersebut, masyarakat melupakan kesehatan diri mereka.

2 dari 6 halaman

Sepatu Basket Pertama Onitsuka Tiger

Otnisuka Tiger© Shutterstock.com

Untuk memberdayakan kesehatan masyarakat pasca perang, Kihachiro bermimpi menciptakan sepatu olahraga yang fleksibel dan nyaman. Tepat pada tahun 1949, alas kaki dengan label Onitsuka Tiger didirikan.

Saat itu Kihachiro menciptakan sepatu basket yang mirip dengan sandal jerami. Sayang, sepatu basket tersebut tidak banyak diminati masyarakat.

Kihachiro pun kembali menciptakan sepatu basket model baru pada tahun 1951. Sepatu ini terinspirasi ketika Kihachiro melihat delapan lengan gurita di atas mangkok.

Sepatu yang diberi nama Ok Basketball Shoe ini pun laku keras di pasaran. Fitur cengkeram mewujudkan impian para pemain basket untuk beraksi cepat dan lincah di lapangan.

3 dari 6 halaman

Magic Runner, Sepatu Khusus untuk Atlet Lari Jarak Jauh

Otnisuka Tiger© Shutterstock.com

Ide brilian kembali muncul di 1960 ketika Kihachiro menyaksikan reaksi telapak kakinya begitu menyentuh air panas. Sebelumnya seorang profesor medis juga menjelaskan bahwa temperatur panas dapat menyebabkan kulit mudah lecet.

Berangkat dari dua pengalaman tersebut, Kihachiro menciptakan sepatu khusus untuk para atlet lari jarak jauh yang diberi nama Magic Runner.

Sepatu khusus untuk long-distance running ini memiliki fitur drilling holes yang memungkinkan terjadinya sirkulasi udara yang lebih banyak.

Ketika dipakai berlari jarak jauh, kaki akan terasa nyaman dan tidak cepat panas akibat gerakan berulang yang terjadi di sepanjang rute yang dilalui.

4 dari 6 halaman

Lahirnya Onitsuka Tiger dengan Garis ASICS yang Ikonik

Di ajang Tokyo Games pada tahun 1964 mengundang sejumlah inovasi kreatif dari Kihachiro. Salah satunya hasil kreasinya adalah sepatu Runspark.

Sepatu ini memiliki track spikes yang tajam namun dilapisi dengan busa lembut agar dapat mencengkeram dataran secara mudah tanpa terasa sakit.

Dua tahun berselang, lahirlah sepatu ikonik Onitsuka Tiger dengan garis Asics yang sampai sekarang jadi favorit pencinta jogging dan atletik.

Onitsuka Tiger dengan garis Asics yang ikonik.© Harperbazaar.co.id

Aksen garis-garis di kedua sisi ini tampil resmi pertama kalinya pada sepatu Limber Up Leather BK saat Olimpiade Musim Panas 1968 di Meksiko City.

5 dari 6 halaman

Co-Founder Nike Kepincut dengan Onitsuka Tiger

Tiga tahun setelahnya, brand ini dinobatkan menjadi sports shoe maker terkemuka di Jepang. Onitsuka Tiga dengan garis Asics in mencuri atensi dunia, termasuk pelari Amerika dan co-founder brand Nike, Bill Bowerman.

Pendiri Nike sampai kepincut dengan Onitsuka Tiger yang diproduksi tahun 70-an.© Harperbazaar.co.id

Bill bertemu dengan Kihachiro dalam acara studi pemasaran athletic shoes. Tak disangka ia juga ingin Blue Ribbon Sports (nama perusahaan Nike saat pertama kali didirikan) membawa Onitsuka Tiger ke Amerika.

Pada dekade 1970-an, Onitsuka Tiger memperkenalkan FABRE, yang merupakan singkatan dari FAstBREak. Timnas Jepang memakai FABRE saat Olimpiade Musim Panas 1972 di Munich, di mana mereka berhasil menempati peringkat ke-14.

6 dari 6 halaman

Koleksi Onitsuka Tiger yang Legendaris

Tren gaya hidup dan mode era 70-an memberi inspirasi kepada Kihachiro untuk mendesain sepatu jogging bernama The California.

Sepatu ikonik Onitsuka Tiger menyasar pencinta olahraga di seluruh dunia.© Harperbazaar.co.id

Kini, selain memproduksi sepatu khusus atlet, Asics tetap memasarkan koleksi antik Onitsuka Tiger namun dalam format lebih menyegarkan. Baik dari segi potongan, warna, maupun wujud aksentuasi.

Koleksi untuk orang awam yang ingin memakai sepatu olahraga di aktivitas sehari-hari itu dibagi dalam kategori Mexico 66, California 78, dan Nippon Made. Ingin tahu koleksi terbarunya klik di sini.

Berbagai sumber

Beri Komentar