Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Velg Mobil Tak Boleh Luput Dari Pengawasanmu. (Foto: Shutterstock)
Dream – Kenyamanan mobil tak lepas dari sektor kaki-kaki. Bagian ini cukup kompleks karena mempengaruhi kinerja banyak komponen lainnya.
Pengecekan kondisi kaki-kaki yang bisa dilakukan oleh pemilik kendaraan adalah pelek.
Nah, banyak pemilik mobil malas mengecek pelek kendaraan. Padahal, pemeriksaan ini penting dilakukan terutama jika tunggangan kamu sering melalui medan jalan yang rusak.
Dikutip dari Auto2000, Senin 18 Februari 2019, Kepala Bengkel Auto2000 Cikarang Indah Yuliana mengatakan, untuk memeriksa kondisi pelek mobil, pemilik kendaraan tak perlu keahlian khusus.
Cara sederhananya adalah dengan melihat seksama kondisi pelek dengan mata telajang. Kamu tak perlu membawa mobil ke bengkel hanya untuk melakukan pengecekan ini.
“ Perhatikan kondisi luarnya, apakah ada bagian yang rusak atau retak,” kata Indah.
Dia menjelaskan pelek memang komponen mobil yang cukup rentan setelah menghantam jalan rusak atau berlubang. Apalagi, kalau pelek yang dipakai bukan lagi barang asli bawaan dari pabrik.
Selama hanya kerusakan ringan, seperti baret karena terkikis trotoar atau hal lain, kondisi tersebut masih dianggap cukup wajar karena pemakaian.
Tapi, kalau, sudah terlihat ada keretakan atau pelek yang permukaannya sudah tak bulat lagi seperti melengkung, disarankan untuk segera mengganti dengan pelek baru.
Menurut Indah, pelek yang retak akan cukup berisiko bila dipaksakan untuk terus dipakai. Dikhawatirkan jika kembali menghantam lubang atau menahan beban yang terlampau berat, kerusakan yang lebih fatal bisa terjadi seperti pecah.
Sementara pelek yang permukaanya sudah tidak rata lagi bisa mempengaruhi sistem pengendalian mobil. Kondisi tersebut tentu akan sangat mengganggu pengemudi.
Belum lagi risiko yang mungkin saja terjadi ketika sedang memacu kendaraan di kecepatan tinggi. Bisa fatal akibatnya jika dibiarkan.
“ Jika memang konidisi pelek sudah cukup parah, jangan ditunda untuk melakukan penggantian. Disarankan mengganti pelek dengan orisinil bawaan pabrik untuk kenyamanan,” jelas Indah.
Dia tak merekomendasikan pelek-pelek aftermarket, apalagi yang tak asli. Sebab, velg itu tak diketahui secara pasti kualitas dan daya tahannya. Indah juga menyarankan untuk memilih pelek sesuai ukuran ban dan berasal dari rekomendasi pabrik.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya