Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Www.qraved.com)
Dream - Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pariwisata, masih belum menemukan kesepakatan terkait penetapan ikon kuliner khas Indonesia. Padahal, negara-negara lain termasuk negara tetangga kita telah memiliki ikon kuliner sendiri.
Hal ini membuat Indonesia harus bergerak lebih cepat dalam menentukan kuliner khas. Seperti halnya Jepang yang memiliki Sushi atau Thailand yang memiliki Tom Yam.
Vita Datau selaku Ketua Tim Percepatan Kuliner dan Belanja, Kementerian Pariwisata, angkat bicara mengenai wacana tersebut.
"Sampai saat ini Indonesia masih belum memiliki kesepakatan tentang ikon kuliner khas negeri yang bisa diperkenalkan ke dunia. Apakah itu nasi goreng, rendang, atau sate," ujarnya saat ditemui Rabu, 14 Desember 2016.
Namun, kata Vita, saat ini pemerintah mulai berfokus pada pengembangan destinasi kuliner. Hal ini dikarenakan destinasi kuliner menyumbang pemasukan sebesar 32,4% pada sektor ekonomi.
Ia menambahkan, negara yang menginginkan destinasi kulinernya maju haruslah memiliki komitmen. Baik itu komitmen dari pemerintah pusat maupun daerah.
"Indonesia bisa memperkenalkan banyak makanan khas, tapi hanya tetap dibutuhkan satu ikon yang dapat membawa identitas nusantara," tambahnya.
(Laporan: Nanda Febriani)
Advertisement


Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui

Jangan Remehkan Obrolan Basa-Basi, Ternyata Bisa Bantu Mengurangi Kesepian dan Menjaga Kesehatan


Sarapan Pisang Saja Bikin Cepat Lapar? Ahli Gizi Bagikan 3 Cara agar Lebih Mengenyangkan

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?

Bagaimana Fosil Terbentuk? Proses Jutaan Tahun yang Mengawetkan Jejak Kehidupan Purba