Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Shutterstock)
Dream - Henna menjadi salah satu alternatif bagi sebagaian perempuan yang ingin mewarnai rambut. Ramuan alami ini telah digunakan selama berabad-abad untuk mendapatkan rambut cantik natural.
Dilansir dari Boldsky, masyarakat India lebih sering menyebutnya sebagai mahendi. Secara historis, daun dan bunganya telah digunakan para perempuan di Jazirah Arab, Asia Tenggara, Eropa Timur dan Timur Tengah.
Mereka tertarik untuk mengenakannya karena dianggap berbahan aman, daun pacar yang memiliki segudang manfaat.

Selain membuat warna rambut lebih indah, henna juga dapat mengurangi kerontokan rambut, menyembuhkan sakit kepala, nyeri artistis. Bahkan, aman dikenakan sebagai pewarna kuku dan mengatasi kerapuhan kuku.
Dalam kasus lain, henna dapat dijadkan pengobatan untuk penyakit seperti bisul, luka bakar, memar, kusta dan bentuk peradangan lainnya.
Namun, bagi perempuan yang sering mewarnai rambut dan tangan mengenakan hena, wajib tahu beberapa bahayanya!

Henna masih dalam batas aman jika dikenakan dalam bentuk alami. Kandungannya yang murni akan memelihara rambut dan melindungi dari sinar matahari yang keras.
Lalu, bagaimana dengan henna buatan yang dijual dari pasaran? Sebaiknya pecinta henna harus hati-hati karena kandungan bahan kimia tertentu dapat menyebabkan kerusakan rambut dan kulit secara permanen.
Untuk menghindari hal buruk terjadi, sebaiknya pelajari bahan kimia yang terdapat di dalam henna dan efek sampingnya.
Di dalamnya terkandung molekul pewarna yang disebut lawsone, yaitu 2-hydroxy-1 dan 4-naphthoquinone dalam istilah kimia. Kehadiran molekul pewarna ini membuat henna menjadi populer sebagai pewarna rambut, kulit dan kuku. Bahkan digunakan juga untuk mewarnai kulit, wol dan sutra.

PPD, atau para-phenylenediamine adalah zat kimia di henna yang membuatnya bertahan lebih lama dan juga lebih kering. Rumus kimianya adalah C6H8N2.
Namun bahayanya, PDD dapat memnyebabkan pengelupasan kulit, berbagai reaksi alergi seperti melepuh, ruam, eksim, peradangan, gatal dan kemerahan.
Pada mata dapat menyebabkan efek buruk seperti pembengkakan, berair dan iritasi. Begtu pula, jika dikenakan berlebihan pada daerah sekitar wajah dapat menyebabkan pembengkakan lidah, mulut dan tengorokan. Sehingga menyebabkan kesulitan menelan dan bernapas.
Mencegah efek berbahaya, kalian bisa memakai sarung tangan saat mengaplikasikannya. Jangan memakai produk lebih lama pada pada kulit dan rambut dari durasi yang disarankan. Bilas rambut dan kulit secara menyeluruh.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia