Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Monosodium Glutamat/ MSG (Foto: Shutterstock)
Dream – Sumber rasa umami atau penyedap rasa monosodium glutamat (MSG) telah lama dikenal sebagai penambah cita rasa untuk makanan. Sayangnya, informasi akan hal ini membuat sebagian kalangan memiliki pandangan yang berbeda.
Hal tersebut disampaikan Kepala Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Dr. Ir. Annis Catur Adi, M.Si. Menurutnya, kurangnya informasi yang memadai mengenai sumber rasa umami ini membuat masyarakat cenderung khawatir.
“Kebanyakan penjelasan (mengenai sumber rasa umami/MSG) bukan dari ahlinya dan cenderung didasarkan pada pendapat pribadi yang akhirnya membuat masyarakat galau,” ujar Dr. Annis, dikutip dari rilis yang diterima Dream.co.id.
Layaknya penambah cita rasa lain seperti garam, MSG (sumber rasa umami) masuk dalam bahan tambahan pangan GRAS (generally recommended as safe) yang artinya aman bila dikonsumsi dengan cara yang benar. Terlebih sumber rasa umami atau MSG memiliki kandungan natrium yang lebih rendah dibandingkan garam.
Natrium sendiri merupakan kandungan pangan yang bila dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan risiko hipertensi dan bahkan kematian terhadap konsumen yang memiliki penyakit kardiovaskuler.
“Salah satu pemicu hipertensi adalah natrium dan tinggi rendahnya dapat memicu tekanan darah dalam tubuh,” ujar Dr. Annis.
Ia menambahkan bahwa sumber rasa umami atau penyedap rasa dapat menjadi salah satu cara untuk diet natrium. “Dalam takaran yang sama, komposisi natrium dalam monosodium glutamat (MSG) itu lebih rendah, yaitu 12 persen, sementara garam sekitar 40 persen,” imbuhnya.
Satu sendok teh MSG (sumber rasa umami) yang mengandung 12 persen natrium memiliki rasa yang setara dengan satu sendok teh garam yang mengandung 40 persen natrium.
“Untuk menekan penggunaan natrium dengan tetap meningkatkan cita rasa, maka salah satunya adalah dengan penambahan sumber rasa umami yang diwujudkan dalam bentuk produk monosodium glutamat (MSG),” ujar Dr. Anis.
Ia juga mengungkap bahwa tubuh manusia memiliki mekanisme yang disebut self limiting sehingga kita bisa menakar sendiri penggunaan penyedap rasa dengan menyicipinya sesuai selera layaknya penggunaan garam, gula atau merica.(Sah)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire