Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sebagai salah satu kebutuhan mendasar, manusia tidak dapat dipisahkan dari makanan. Terinspirasi dari kebutuhan dasar manusia yang satu ini, sejumlah peneliti asal Inggris menciptakan suplemen yang bisa membuat peminumnya merasa cepat kenyang.
Berbeda dengan suplemen lain yang biasanya dalam bentuk kapsul atau tablet, suplemen yang dinamai 'inulin-propionate ester' (IPE) berbentuk bubuk. Hal tersebut memungkinkan peminumnya mencampur suplemen ini dengan makanan atau minuman lainnya.
Kandungan utama proprionate menjadikan IPE berbeda dibandingkan suplemen lain. Seperti diketahui jika propionate merupakan senyawa alami yang bisa memicu pelepasan hormon yang mengatur selera makan, termasuk menimbulkan rasa kenyang ketika serat makanan dicerna usus.
Tim peneliti mengaku tantangan utama dalam menjalani riset ini ketika mereka harus menemukan cara memasukkan proprionate ke dalam usus besar. Mengingat, mereka tidak bisa mencampur begitu saja ke dalam makanan karena usus bisa menyerap senyawa tersebut terlalu cepat.
Dalam mengatasi kendala tersebut, tim peneliti kemudian menemukan cara dengan mengikat proprionate ke inulin yang merupakan sebuah karbohidrat alamai. Saat sudah terikat, proprionate dapat dicerna dengan aman karena nantinya inulin akan lepas sendiri dengan bantuan bakteri di dalam usus besar.
Proprionate yang diikat ke inulin inilah yang kemudian menjadi cikal-bakal IPE. Demi menilai efektivitas suplemen IPE, peneliti melakukan serangkaian ujicoba yang melibatkan sekitar 60 partisipan.
Hasilnya, dalam ujicoba pertama partisipan yang diberi inulin saja atau suplemen IPE hanya makan 14 persen porsi lebih sedikit dibandingkan mereka yang diberi inulin. Sementara dalam ujicoba kedua sekitar 6 dari 24 partisipan dalam waktu 24 minggu diberi inulin mengalami peningkatan tiga persen dari berat badan sebelumnya, sementara hanya satu orang yang beratnya bertambah karena diberi IPE.
" Suplemen ini terbukti mampu membantu mengurangi porsi makan dan memperlambat penambahan berat badan seseorang," tulis ketua tim peneliti, Prof Gary Frost dari Imperial College London seperti diwartakan BBC.
Satu yang dapat dipastikan efek samping suplemen ini baru dapat dirasakan jika dikonsumsi secara teratur. Namun hingga kini tim peneliti masih berupaya mencari cara agar IPE bisa dicampur ke makanan lain sebelum siap secara resmi dipasarkan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya