Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Mereka yang kerap mengeluhkan sakit di bagian kepala ada baiknya mulai mengurangi asupan garam dalam menu makanan sehari-hari. Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di London, Inggris menunjukkan orang-orang yang mengurangi asupan garam mengalami penurunan keluhan sakit kepala secara signifikan.
Studi yang melibatkan hampir 400 orang secara acak, dilakukan pengecekan tekanan darah dan asupan makanan serta kandungan garam di dalamnya. Mereka yang asupan garamnya dikurangi sekitar 3 gram atau setara dengan setengah sendok teh mengaku mengalami lebih jarang mengeluh sakit kepala.
Hasilnya, para ilmuwan mendapati sekitar 31 persen orang yang mengurangi asupan garam sekitar 3-4,5 gram sehari mengalami penurunan keluhan sakit kepala.
Lawrence Appel dari John Hopkins University seperti dikutip Dailymail mengatakan " asupan sodium ada memiliki pengaruh signifikan bagi risiko penurunan sakit kepala, sementara asupan diet natrium dapat mencegah sakit kepala" .
Menanggapi hasil studi ini, Profesor Graham MacGregor dari Queen Mary University, London dan World Action on Salt and Health (WASH) menegaskan dugaan tersebut sudah sejak lama ditemui, namun semakin ditegaskan dengan hasil temuan para ilmuwan. " Pengurangan asupan garam juga bisa menurunkan tekanan darah dan nadi hingga keluhan sakit kepala menjadi menurun," katanya.
Dibandingkan harus meminum obat pereda sakit kepala dan penurun tekanan darah, para peneliti lebih menganjurkan orang untuk mulai mengadopsi gaya hidup sehat. salah satunya dengan mengurangi asupan garam yang dapat memberikan efek sakit kepala dan menurunkan risiko stroke atau serangan jantung.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya