Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (businessnewsdaily)
Dream - Jenis-jenis deodoran sudah banyak jenisnya. Ada yang semprotan, roll-ons dan stik. Namun kini ada bentuk yang lebih esktrim dan unik. Bisa dimakan dan ditelan.
Sebuah pabrik permen di Bulgaria menawarkan deodoran jenis baru dalam bentuk permen yang lezat.
" Ini perwujudan dari pepatah lama yang mengatakan kecantikan sejati berasal dari dalam. Jadi, mengapa tidak dari permen?" Ventsislav Peychev, pemilik pabrik permen Alpi di Bulgaria dikutip Dream.co.id dari laman Saudigazette.com, Rabu 10 Desember 2014.
Peychev mengklaim permen deodoran bernama Deo Perfume Candy bisa menetralisir bau badan dan menggantinya dengan keharuman yang bisa bertahan selama 6 jam. Tergantung berat tubuh dan berapa banyak permen yang dimakan.
Permen yang terlihat seperti bonbon dan tersedia dalam bentuk keras, kenyal dan bahkan versi bebas gula, didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Jepang.

Mereka menemukan bahwa komponen utama minyak mawar, geraniol, tidak hancur dalam tubuh, tetapi diekskresikan melalui kulit. Bulgaria, negara termiskin di Uni Eropa, adalah produsen utama minyak mawar.
" Geraniol adalah antipoda bawang putih. Ia juga keluar melalui pori-pori tapi tidak meninggalkan bau, melainkan parfum," kata Peychev.
Permen deodoran ini telah dijual di beberapa kawasan di dunia, termasuk Amerika Serikat, Asia dan beberapa negara Eropa. Harganya US$ 5,98 per pak di Amazon.com.
Meskipun konsep ini tidak baru, produk Peychev adalah satu-satunya yang beredar di pasar sekarang setelah pabrikan asal Jepang berhenti membuat permen karet Otoko Kaoru yang dibuat dengan ide serupa.
Seorang koresponden AFP yang mencoba permen deodoran mengatakan dia bisa mencium bau harum lebih dari biasanya, meskipun tidak persis seperti mawar.
Namun apakah permen ini bisa menarik banyak konsumen masih harus dilihat.
George Preti, seorang ahli kimia di Philadelphia, mengatakan sulit untuk menilai apakah produk tersebut bekerja seperti yang dikatakan pembuatnya. Karena mereka jarang, bahkan tidak pernah, menunjukkan data analisis atau klinis untuk mendukung klaim mereka.
Tidak ada produk deodoran yang dimakan atau dikunyah sebelumnya berhasil mendapatkan pelanggan banyak dan terus bertahan di pasar.
Tapi kritik tersebut tidak akan menghentikan Peychev, yang memandang permen deodoran tersebut tidak hanya sebagai bisnis tetapi gairah kerjanya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya