Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Kondisi tubuh yang sehat, sering dinilai hanya dengan berat badan atau indeks massa tubuh. Sebenarnya, indikator kesehatan bukan hanya sekedar berat badan yang ideal. Banyak sekali faktor yang mempengaruhinya
“ Indikator sehat, pertama, prinsip sehat itu harus sehat secara jasmani dan rohani. Kemudian dilakukan pemeriksaan khusus dan mendeteksi indikator lainnya,” kata dr. Milka Inkiriwang, Kabid Humas Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) di Jakarta beberapa waktu lalu.
Bisa jadi, meski berat badan dalam kondisi ideal, tetap setelah diperiksa kondisi tubuh justru tidak sehat. Gaya hidup sehari-hari sangat mempengaruhi kesehatan tubuh. Berikut lima faktor yang sangat mempengaruhi kesehatan tubuh
Tiap orang membutuhkan cairan agar tetap hidrasi. Seperti yang diketahui, kebutuhan air tiap orang berbeda-beda. Disarankan untuk konsumsi 8 gelas per hari, tetapi jumlah ini harus disesusaikan dengan aktivitas.

“Untuk konsumsi air kapan saja diperbolehkan. Yang paling dianjurkan setelah bangun tidur, setiap satu jam juga,” kata dr. Milka

Angka dalam tekanan darah harus selalu diperhatikan, karena jika bermasalah berarti tanda ada gangguan kesehatan. Tekanan darah yang tinggi ataupun rendah harus segera diatasi dan dilakukan perawatan.
Makanan yang dikonsumsi setiap hari, tentunya sangat berdampak pada kondisi tubuh. Sangat disarankan untuk mengonsumsi sayur dan buah dalam porsi yang dianjurkan yaitu 400 gram sehari.

“Kita harus konsumsi makanan begizi seimbang. Dengan hal ini, badan kita akan dengan mudah beradaptasi dan mendapatkan energi positif,” ujar dr. Milka.
Menurut dr. Milka, perkembangan teknologi yang semakin praktis menjadikan seseorang malas bergerak dan beraktivitas. Padahal aktifitas fisik sangat penting untung menjaga kekuatan tulang, mengurangi risiko diabetes dan menjaga mood.

“Olahraga secara teratur. Badan itu harus stretching. Badan harus gerak sebagai salah satu cara menyeimbangkan kesehatan kita. Selain makan-makanan bergizi,” ujar dr.Milka
Setiap orang memiliki durasi tidur yang berbeda-beda, tetapi durasi tidur yang disarankan sebaiknya delapan sampai sembilan jam sehari.

Selain itu, tidur dengan durasi yang cukup juga bisa mencegah terjadinya bermacam-macam penyakit lain seperti hipertensi, diabetes dan penyakit jantung.
Laporan: Razdkanya Ramadhanty
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya