Koleksi Urban Kolaborasi The Executive & Seniman, Asli Beda Banget!

Reporter : Putu Monik Arindasari
Senin, 22 Maret 2021 09:12
Koleksi Urban Kolaborasi The Executive & Seniman, Asli Beda Banget!
Gambar dihasilkan Isa Indra Permana, seniman ilustrator asal Yogyakarta.

Dream - Saat mendengar brand fashion The Executive, salah satu yang langsung terbayang adalah produk fashion khusus busana formal untuk mereka para profesional yang melek gaya. Namun pernahkan membayang jika brand ini memproduksi pakaian dengan gaya anak muda yang lebih ekspresif dan dinamis.

Menggandeng Isa Indra Permana, seniman ilustrator asal Yogyakarta, The Executive membuat gebrakan dega menghadirkan koleksi yang sama sekali berbeda. Diberi tema 'Walking Through Vivid Colors', koleksi kolaborasi ini memperlihatkan goresan di berbagai busana fashion yang menunjukan sikap generasi muda Indonesia.  

Tak ada lagi kesan yang sangat formal dari busana kolaboras ini. Bahkan bisa dibilang sangat kontras dengan citra The Executive yang selama ini dikenal sebagai pakaian formal.

Koleksi baru tersebut menyajikan warna yang colorful dengan ilustrasi-ilustrasi yang sangat quirky dan catchy ketika dikenakan.

Brand Leader The Executive, Caroline Parengkuan, mengatakan karya seni Isa Indra dianggap memiliki DNA yang sama dengan merek mereka, yaitu urban and connected to trend.

The Executive© The Executive

1 dari 5 halaman

Usung tiga tema besar

“ Kami berkomitmen untuk maju bersama industri kreatif lokal menghasilkan karya terbaik lewat apparel. Bangga lokal harus terus digaungkan lewat kolaborasi,” ujar Caroline dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 18 Maret 2021 kemarin.

Koleksi The Executive x Isa Indra Permana terdiri dari tiga tema besar yaitu “ People”, “ Day Off”, dan “ Eight Hour Day”.

Tema People menggambarkan dinamisnya pekerjaan millennials dan mobilitasnya yang tinggi seperti kesehariannya dalam menunggu commuter line serta gemar travelling.

The Executive© The Executive

2 dari 5 halaman

Harga super terjangkau

Anak muda yang digambarkan lewat tema 'People' terdiri dari orang-orang berprofesi ikonik seperti barista, musisi, fashion stylish, dan fotografer.

Sementara itu, 'Day Off' menggambarkan kegiatan hiburan seperti bermain game, nongkrong bersama teman, membaca buku, dan mendengarkan musik.

The Executive© The Executive

Kemudian 'Eight Hour Day' membawa pesan menyeimbangkan pola kerja, hiburan, serta istirahat. Pesan ini diwujudkan dengan desain siluet manusia yang dilengkapi beberapa simbol.

The Executive© The Executive

Koleksi trendy keluaran The Executive ini sudah dapat dilihat di store The Executive. Harganya dibanderol sekitar Rp179.900 - Rp349.900.

3 dari 5 halaman

'Anemoia' Koleksi Nina Nugroho di Muffest 2021

Dream – Mengusung konsep modest fashion for professional yang bernuansa klasik modern, desainer Nina Septiana merilis koleksi terbarunya lewat label busana Muslimah miliknya: Nina Nugroho.

Dalam koleksi ini, Nina memadukan gaya desain klasik timeless dengan pemilihan warna tegas yang tak lekang waktu dan gaya modern yang up-to-date serta mengikuti kebutuhan dan tuntutan mobilitas dunia modern.

Di Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2021 yang diselenggarakan Indonesian Fashion Chamber (IFC) kali ini, Nina Nugroho mengusung tema ‘ANEMOIA’ yang berarti nostalgia for a time you’ve never known.

Nina Nugroho di Muffest 2021© Muffest 2021

Merasa rindu berada di masa di mana semua orang berbusana bagus, Nina tuangkan lewat desain dan disajikan dengan konsep realitas masa kini yang sustainable dan ethical.

4 dari 5 halaman

Sustainable Fashion

'Anemoia' Koleksi Nina Nugroho di Muffest 2021© Istimewa

Melalui desain busana 2in1 yang disajikan dengan tampilan klasik elegan timelese, tema ini diambil dari keprihatinan akan limbah industri fashion yang selama ini mengancam lingkungan hidup.

Begitu juga dengan Nina Nugroho yang mulai menerapkan konsep “  Sustainable Fashion” sejak awal 2019 dan mengeluarkan produk 2in1 shirt dalam setiap launching produk bulanannya.

Untuk koleksi kali ini, yang terdiri dari 2in1 dan 3in1 shirtmidipipe pants, dan skirt, Nina Nugroho menggunakan bahan Swallon Japan, sejenis satine dari Jepang berwarna broken white.

'Anemoia' Koleksi Nina Nugroho di Muffest 2021© Istimewa

Pemilihan warna broken white ini sejalan dengan nafas umat Islam yang tengah mempersiapkan diri menyambut Ramadhan 1442 H yang tinggal beberapa hari lagi.

Koleksi kali ini diperkaya detil dari bahan Duches berwarna hitam.

5 dari 5 halaman

Paduan aksesori Swarovski


'Anemoia' Koleksi Nina Nugroho di Muffest 2021© Istimewa

Birdcage dan sarung tangan satin dari masa Charleston di tahun 1920 menjadikan koleksi kali ini tampil klasik dan elegan.

Sementara detil aksesori berupa Swarovski untuk kancing dan taburan di busana serta renda hitam menumbuhkan kesan mewah dari busana ini.

Selain tersinspirasi dari keprihatinan dalam terkait limbah industri fashion yang merupakan ancaman serius bagi lingkungan tempat kita tinggal, koleksi kali ini juga muncul dari dorongan untuk menciptakan inovasi sebagai bagian dari solusi kepada masyarakat terkait busana kerja.

‘’Harapannya, semoga masyarakat Indonesia dapat teredukasi melalui informasi tentang sustainable fashion yang diberikan melalui peragaan busana di Muffest 2021,’’ tutur Nina.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More