Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Merawat Produk Sustainable Fashion (Foto: Deki Prayoga/Dream.co.id)
Dream - Fashion berkelanjutan tengah menjadi isu. Industri mode berkontribusi besar pada kerusakan lingkungan dengan limbah tekstil dari produksi fast fashion.
Produk sustainable fashion yang ramah lingkungan semakin banyak diproduksi oleh para pelaku mode. Bentuknya berbagai macam, seperti baju yang dapat dipakai secara bolak-balik hingga busana upycling, perpaduan dari beberapa fashion item.
Namun produk ini cenderung lebih mudah rusak karena terbuat dari serat alami seperti katun, linen, viscose, ataupun rayon. Umurnya dapat diperpanjang dengan teknik mencuci yang tepat.

Foto: Deki Prayoga/Dream.co.id
" Kalau kotoran di bajunya gak membandel jangan terlalu banyak dikasih detergen. Itu kan cairan kimia, bisa merusak kain juga. Dipisah saja, yang cuma kena debu-debu tak usah pakai detergen, atau sedikit saja pakainya," kata Ali Charisma, National Chairman IFC di konferensi pers MUFFEST 2020, Jakarta, Jumat 30 Agustus 2019.
Pemakaian detergen dapat diminimalisir dengan menggosok baju terlebih dahulu, sebelum dicuci memakai mesin. Hindari terlalu sering mencuci baju agar serat kain tidak cepat rusak. Biasakan mencuci ketika tabung mesin sudah terisi penuh oleh baju kotor.

Foto: Deki Prayoga/ Dream.co.id
Pemilihan produk sustainable yang tepat juga dapat memberi kesan nyaman ketika dipakai sehingga kamu tidak perlu terlalu sering membeli baju.
" Kalau beli baju coba ditiup dulu. Kalau tidak tembus angin berarti seratnya berat dan tidak adem. Nah, bahan natural biasanya walaupun anyamannya padat bisa gampang tembus angin jadi lebih nyaman," jelas dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya