Banyak Sopir Pikun, Negara Ini Bingung

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 30 November 2016 10:16
Banyak Sopir Pikun, Negara Ini Bingung
Kebanyakan kecelakaan di negara tersebut disebabkan pengemudi lansia.

Dream - Jepang memiliki angka kecelakaan lalulintas cukup tinggi. Salah satu penyebabnya adalah para pengendara yang sudah masuk kategori lanjut usia.

Untuk menekan angka kecelakaan itu, Kepolisian Jepang berusaha keras membujuk warganya yang lansia agar mau menyerahkan Surat Izin Mengemudi (SIM). Salah satunya dengan cara memberi diskon untuk setiap pembelian mie ramen.

Diskon tersebut berlaku di 176 kedai mie ramen Sukagiya yang tersebar di seluruh Jepang. Para lansia dapat membeli mie ramen dengan sangat murah, asalkan mereka mau menyerahkan SIM ke polisi.

Gerakan ini digagas oleh Perdana Menteri Shinzo Abe. Dia menyebut sejumlah kecelakaan terjadi di Jepang yang kebanyakan disebabkan oleh pengendara berusia 74 tahun ke atas.

Meski jumlah kecelakaan lalu lintas dalam beberapa tahun terakhir menurun, kasus kecelakaan karena pengendara lansia justru meningkat dari 7,4 persen menjadi 12,8 persen. Kasus tersebut terjadi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

Dalam populasi jumlah penduduk usia tua Jepang, diprediksi sebanyak 17 juta jiwa berusia 65 tahun ke atas masih memegang SIM. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4,8 juta jiwa berusia 75 tahun ke atas.

Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan sepuluh tahun sebelumnya. Pada 2006, penduduk berusia 75 tahun ke atas dan masih memegang SIM sebanyak 2,4 juta jiwa.

Banyak kecelakaan di jalanan terjadi akibat pengendara keliru menginjak pedal gas, padahal berniat mengerem. Selain itu, banyak yang salah mengemudi di jalur motor setelah masuk dari persimpangan atau keluar pintu tol.

Terkadang hal itu dapat berakibat fatal. Bulan ini, wanita 83 tahun kehilangan kendali mobilnya dan menabrak dua pejalan kali hingga tewas. Pada Oktober, pria 87 tahun mengendarai truk menabrak sekelompok anak-anak saat mereka berjalan ke sekolah. Tujuh anak dilaporkan meninggal dunia.

Harian lokal melaporkan selain diskon mie, para pengendara lansia juga mendapat sejumlah diskon lainnya. Beberapa di antaranya seperti diskon di pemandian umum, toko obat dan pangkas rambut, serta tarif taksi yang lebih rendah.

Sumber: theguardian.com

Beri Komentar