Terkuak! Mengapa Cuaca Sepekan Ini Sangat Terik

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 9 Oktober 2018 15:41
Terkuak! Mengapa Cuaca Sepekan Ini Sangat Terik
Apakah ada fenomena aneh? Ini penjelasan BMKG.

Dream - Bagi masyarakat yang berada di Jakarta dan sekitarnya, tentu merasakan suhu di siang hari lebih panas dibanding biasanya. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan tak ada fenomena aneh terkait hal tersebut.

" Fenomena cuaca panas dan terik merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Harry Tirto Djatmiko saat dihubungi Dream melalui aplikasi WhatsApp, Selasa 9 Oktober 2018.

Hary menjelaskan, cuaca panas dan terik rupanya terjadi di Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara. Kejadian cuaca panas dan terik lebih sering terjadi pada pada bulan-bulan puncak musim kemarau dan massa pancaroba atau transisi.

Hal itu disebabkan karena gerak semu matahari saat ini berada di sekitar khatulistiwa dan sebelah selatan khatulistiwa, sehingga radiasi matahari yang masuk cukup optimum.

" Hal ini ditandai dengan hasil monitoring suhu udara maksimum berkisar antara 34.0 – 37.5 derajat (masih dalam kisaran normal suhu maksimum yang pernah terjadi berdasarkan data klimatologis 30 th antara 34.0 – 37.5 derajat)," terang dia.

Selain adanya faktor matahari, ada juga faktor aliran massa udara dingin dan kering yang bergerak dari Australia menuju wilayah Indonesia sebelah selatan Khatulistiwa. Terutama di bagian Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara.

" Kondisi ini ditandai dgn adanya kelembaban udara yang kurang dari 60 persen di ketinggian tiga ribu meter dan lima ribu meter dari permukaan," ujar dia.

1 dari 2 halaman

Gawat! Benua Australia Terus Bergerak Mendekati Indonesia

Gawat! Benua Australia Terus Bergerak Mendekati Indonesia © Dream

Dream - Benua Australia rupanya terus bergerak. Saban tahun, benua di selatan Indonesia ini bergeser 7 sentimeter ke arah utara. Pergeseran ini terjadi karena pergerakan lempeng Bumi.

Sebagaimana dikutip Dream dari laman ABC News, Australia memang berada di atas lempeng tektonik yang memiliki pergerakan paling cepat dan bertumbukan dengan Lempeng Pasifik yang setiap tahun bergerak 11 sentimeter.

Akibat pertemuan dua lempeng ini, terjadilah gempa bumi. Misalnya, gempa berkekuatan 8,1 yang melanda utara Pulau Macquarie pada tanggal 23 Desember tahun 2004.

Menurut data, sejak tahun 1994 Benua Australia telah bergeser ke sebelah utara sejauh 1,5 meter. Oleh karena itu, para ilmuwan Negeri Kanguru itu kembali menghitung posisi Garis Bujur dan Garis Lintang negara mereka.

2 dari 2 halaman

Akibatnya Tak Lama Lagi

Akibatnya Tak Lama Lagi © Dream

Dream - Penghitungan titik koordinat itu akan meningkatkan akurasi semua informasi spasial di seluruh Australia untuk berbagai layanan termasuk transportasi, navigasi pribadi, dan survei.

Menurut pejabat Geoscience Australia, Dan Jaksa, pembaruan data ini sangat penting sebab ada perbedaan antara posisi saat ini dengan koordinat yang dipakai oleh Global Navigation Satellite Systems, seperti GPS.

" Garis benua memang tetap, tapi seiring berjalannya waktu, posisi itu dibandingkan dengan posisi GPS dapat membuat perbedaan, sehingga kita sangat perlu mengubahnya," tutur Jaksa.

Data baru penyesuaian ini akan dikeluarkan awal tahun depan. Tapi akan didasarkan pada proyeksi untuk tahun 2020.

Beri Komentar