Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Minuman Kaleng (Foto: Pixabay)
Dream - Saat cuaca terik dan panas, kita biasanya mencari minuman segar yang bisa memuaskan dahaga. Salah satu yang dianggap bisa memuaskan dahaga adalah minuman soda, dibandingkan aneka jus atau hanya sekadar air putih dingin.
Namun, pernahkah kalian merasakan adanya perbedaan cita rasa ketika minum soda dari kaleng, botol plastik atau gelas? Dikutip dari Reader Digest, kemasan minuman soda ternyata memengaruhi cita rasanya. Dan, semua itu ada alasan ilmiahnya.
Perusahaan minuman mengklaim bahwa resep mereka tidak berubah. Tapi, kemasan lah yang bisa mengubah rasa minuman soda.
Memang, perbedaan cita rasa itu tidak seberapa besar. Namun ada sebagian orang yang bisa merasakannya dengan jelas.
Kemasan berbahan plastik lebih mudah menghantarkan CO2 (Karbondioksida) dibandingkan dengan gelas dan kaleng aluminium. Sebagai informasi, minuman soda terbuat dari air mineral dengan kandungan gas CO2 di dalamnya.

Larutnya gas CO2 secara sempurna di dalam air ini disebut dengan proses karbonasi. Proses ini akan menghasilkan gelembung di dalam air dan sensasi 'fizz' ketika diminum. Proses ini juga diikuti oleh keluarnya buih.
Munculnya buih itu sebenarnya adalah proses pelepasan gas CO2 yang terlarut di dalam minuman soda. Nah, proses ini lebih mudah terjadi pada kemasan botol plastik dibandingkan dengan gelas dan kaleng aluminium.
Itulah mengapa minuman soda dalam botol plastik tidak segar lagi jika ditaruh begitu saja di tempat terbuka. Hal itu disebabkan oleh sifat plastik yang mudah menghantarkan CO2 keluar dari dalam minuman soda.

Selain itu, botol plastik juga memiliki lapisan asetaldehida, yang dapat mengubah rasa minuman soda. Sementara minuman soda di dalam gelas akan terjaga kesegarannya karena CO2 sulit untuk menembusnya.
Tapi karena alasan biayanya yang mahal, perusahaan minuman soda tidak pernah memproduksi dalam botol berbahan gelas. Karena itu, pilihan yang lebih masuk akal jatuh pada kaleng aluminium yang lebih murah dan tidak mudah ditembus gas CO2.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya