Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Tingkatkan Imajinasi Anak, Wanita Ini Gerilya Mendongeng

Reporter : Kusmiyati
Selasa, 14 Oktober 2014 11:15
Tingkatkan Imajinasi Anak, Wanita Ini Gerilya Mendongeng
Kecintaannya pada dunia mendongeng membuat wanita cantik satu ini rela menyusuri taman kanak-kanak (TK) pelosok kota Jakarta seorang diri.

Dream - Kecintaannya pada dunia mendongeng membuat wanita cantik satu ini rela menyusuri taman kanak-kanak (TK) pelosok kota Jakarta seorang diri. Tujuannya hanya satu ingin seluruh anak Indonesia memiliki imajinasi dan kreativitas yang tinggi.

Dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya, dan suara yang begitu renyah wanita pemilik nama Mila ini begitu piawai membawakan cerita menjadi satu hal yang menarik dan tidak membosankan.

Menggunakan boneka barbie, Mila membawa semua yang ada dihadapannya terpana seakan terbawa ke dalam cerita yang dibawakannya.

Dongeng peri dan putri duyung yang menjaga kebersihan alam menjadi jalan cerita yang dipilih Mila saat itu. Dalam hati terdalamnya, Mila ingin merangkul seluruh anak Indonesia dengan mendongeng.

" Inginnya semua Indonesia, ini harapan saya tetapi kemampuan baru di Jakarta. Saya itu sangat cinta dongeng dari kecil. Saking ingin semua anak itu mencintai dongeng saya bergerilya ke TK-TK. Dongeng itu manfaatnya banyak sekali," ujar Mila saat ditemui  Dream.co.id di kawasan Kelapa Gading, Selasa 14 Oktober 2014.

Mila mengaku ketika mengawali mendongeng di depan banyak anak-anak membuatnya gemetar. " Awalnya deg-degan juga, tapi karena saya juga terbiasa mendongengkan anak saya sejak dalam perut maka semua rasa khawatir atau gemetar bisa diatasi dengan baik. Semua orang pada dasarnya bisa kok mendongeng," ujar Mila.

Kepiawaiannya mendongeng ini mendapatkan tempat di hati masyarakat sekitar khususnya anak-anak. Dan akhirnya Mial pun mendirikan komuunitas yang diberi nama Rumah Dongeng Pelangi.

" Bergerilya ke TK itu akhir 2010, kemudian karena respon masyarakat begitu positif akhirnya 2011 membuat komunitas Rumah Dongeng Pelangi supaya bisa mewarnai keseharian anak-anak Indonesia, tadinya sendiri sekarang ramai. Kini kegiatan mendongeng sudah jarang sekali ada di keluarga," ujar Mila dengan raut wajah sedih.

Komunitas yang memiliki 25 anggota ini selalu memprioritaskan anak-anak kaum marjinal atau kalangan menengah ke bawah. " Kalau anak-anak marjinal itu kan sepertinya jarang didongengi makanya tujuan utama kami mendongeng untuk meningkatkan imajinasi dan kreatifitas mereka. Seminggu tiga kali biasanya komunitas kami keliling untuk mendongeng," ujar Mila.

Mila juga menambahkan dalam satu bulan komunitasnya selalu mengadakan dongeng charity. " Kita juga ke panti-pantia asuhan sebulan sekali, kami sebutnya dongeng charity. Karena mereka kan tidak punya keluarga yang mendongengkan jadi kami merasa terpanggil untuk mereka. Agar mereka merasa banyak yang peduli," tambahnya.

Mila berharap para orangtua menyempatkan setidaknya sepuluh menit untuk mendongeng di depan buah hati kesayangan. " Dongeng itu bukan berarti harus suaranya yang beda-beda, buatlah cerita yang menyenangkan. Atau mulailah dengan berbicara atau ngobrol dengan bahasa seperti mendongeng supaya komunikasi antar anak dan orangtua terjalin dengan baik serta adanya keterbukaan dalam keluarga. Mulailah mendongeng," harap Mila.

Beri Komentar