Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(c) Shutterstock
Memasuki bulan Ramadan, berpuasa menjadi ibadah yang wajib dilakukan umat muslim. Namun, ibu hamil termasuk salah satu golongan yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain atau dengan fidyah. Meskipun begitu, berpuasa sebenarnya bisa dilakukan selama ibu dan janin yang dikandungnya dalam kondisi sehat.
Bagi yang memantapkan hati untuk berpuasa di bulan Ramadan, ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar ibu dan bayi tetap sehat. Perhatikan beberapa hal ini agar bisa melalui ibadah di bulan Ramadan dengan lancar, Sahabat Dream!

Berpuasa dalam kondisi hamil, artinya ibu memerlukan asupan nutrisi sebagai cadangan energi untuk 2 orang sekaligus. Jadi, gaya hidup sehat dengan dukungan makanan bernutrisi sangat penting agar ibu dan bayi dalam kandungan tetap sehat selama berpuasa.
Hal pertama yang bisa dilakukan adalah membuat jadwal menu makanan bernutrisi yang dikonsumsi setiap hari. Hindari makanan dengan kadar gula tinggi karena bisa membuat bumil cepat lelah. Selain itu, penting juga untuk mengurangi konsumsi makanan berlemak dan berminyak yang bisa menyebabkan heartburn.

Ibu hamil memerlukan cairan tubuh yang lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak hamil. Hal ini karena cairan yang masuk ke dalam tubuh ibu juga diserap oleh bayi dalam kandungan. Idealnya, bumil memerlukan konsumsi air putih 8-12 gelas per hari atau 2,2 liter - 3 liter per hari.
Hal ini sangat penting untuk mencegah dehidrasi yang bisa mempengaruhi kesehatan ibu hamil. Jika mengalami kondisi dehidrasi seperti lemas, pusing atau mual, segera batalkan puasa untuk menghindari kondisi tak diinginkan lainnya.

Selama berpuasa, ada baiknya ibu hamil membatasi konsumsi minuman kafein seperti kopi. Sebenarnya baik itu saat berpuasa atau tidak, ibu hamil memang mulai membatasi konsumsi kafein yaitu tidak lebih dari 200mg atau kurang dari 2 cangkir setiap hari.
Kebiasaan yang satu ini penting karena kafein ternyata dapat memberikan berbagai efek samping bagi ibu hamil. Mulai dari dehidrasi, gangguan pencernaan, hingga tekanan darah tinggi. Jadi, penting untuk mulai membatasi konsumsinya untuk menjaga kesehatan selama kehamilan.

Setelah berpuasa seharian, minuman dingin memang terasa segar untuk menjadi hidangan saat berbuka puasa. Namun, tahu nggak kalau ternyata kebiasaan tersebut sebaiknya nggak dilakukan oleh bumil? Hal tersebut ternyata berpotensi meningkatkan asam lambung yang membuat bumil terasa tidak nyaman.
Jadi, disarankan untuk berbuka puasa dengan air putih atau minuman manis yang hangat. Jika ingin yang terasa lebih segar, konsumsi buah seperti semangka, apel, atau melon bisa menjadi pilihan menu berbuka puasa yang sehat.

Cara lain yang bisa menjaga kesehatan bumil saat berpuasa adalah konsumsi camilan sehat yang bisa membantu menjaga nutrisi tubuh. Di malam hari setelah tarawih misalnya, konsumsi menu salad buah atau puding buah bisa jadi camilan pilihan.
Selain itu, berikan tambahan nutrisi lewat konsumsi susu kehamilan. Biasanya, bumil mengonsumsi susu kehamilan pada pagi dan malam hari. Di waktu berpuasa, kamu bisa mulai mengonsumsinya saat sahur dan sebelum tidur.
Itu tadi beberapa tips yang bisa dijalankan ibu hamil agar tetap sehat selama menjalankan puasa. Namun, perlu diingat bahwa kondisi hamil tidak sama dengan tubuh saat tidak hamil. Jadi, lebih peka dengan sinyal tubuh sendiri sangat diperlukan agar bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan lancar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya