Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi/Shutterstock
Dream - Memiliki hubungan harmonis dengan pasangan jadi dambaan setiap pasangan, apalagi yang baru menjalani mahligai rumah tangga.
Namun ternyata, kondisi pandemi yang menyerang kita semua dalam beberapa bulan ke belakang memiliki pengaruh besar dalam hubungan ini.
Nggak jarang konflik-konflik kecil muncul yang mampu memengaruhi keharmonisan rumah tangga. Lalu, sebenarnya bagaimana menyiasati hal itu agar tidak berakhir buruk pada hubungan, perceraian misalnya.


“ Pertama, ketika ada suatu yang mengganjal itu harus dibicarakan secara terbuka. Kedua, seiring dengan berjalanya hubungankan pasti ada bosan yang muncul saat ini terjadi coba eksplorasi hal-hal baru yang mungkin belum pernah kita dan pasangan lakukan yang nantinya bisa meningkatkan mood dalam hubungan,” ujar Zarra Dwi Monica, Psikolog Klinis, di #NgobrasDream Instagram Live @dreamcoid, Jumat, 7 Agustus 2020 kemarin.
“ Untuk bisa harmonis kita bisa coba untuk evaluasi kembali hubungannya seperti apa, kemudian lihat lagi apa yang bisa kita lakukan untuk hubungan lebih baik,” tambah Zarra.
Nah untuk Sahabat Dream yang ingin tahu keseruan dan tips menjalani hubungan harmonis dari Psikolog Klinis, Zarra Dwi Monica bisa langsung tonton siaran ulang live di IGTV berikut ini.
View this post on Instagram
Laporan: Shania Suha Marwan
Dream - Hubungan keluarga tentunya tak selalu mulus. Ada kalanya berkonflik, adu pendapat, bahkan hingga tak menyapa.
Ada yang bisa menyelesaikan masalah keluarga dengan baik tapi tak sedikit juga yang malah membuat hubungan kian menjauh. Semua orang pasti berharap dapat memiliki keluarga yang harmonis. Padahal membangun sebuah keluarga bukan merupakan hal yang mudah.
Hubungan keluarga yang solid dan kuat justru ditempa dari konflik dan masalah. Menghadapinya pasti tak akan mudah tapi bukan berarti tak bisa apalagi sampai menyerah.
Usaha setiap anggota keluarga dibutuhkan untuk tetap membuat hubungan keluarga utuh dan tak terpisahkan. Demi menjaga keharmonisan keluarga, jangan lupa terapkan tips berikut di rumah
Komunikasi
Tips pertama untuk mewujudkan hubungan harmonis dalam keluarga adalah dengan selalu menjaga komunikasi. Tiap orang yang memiliki cara berpikir yang berbeda-beda.
Untuk menghadapi hal tersebut dibutuhkan komunikasi yang baik agar tercipta saling pengertian antara masing-masing anggota keluarga. Usahakan untuk selalu membiasakan obrolan yang bersifat terbuka agar setiap anggota keluarga berani untuk bercerita, menyampaikan pendapat, dan mendengarkan. Jika komunikasi antar angoota keluarga sudah baik, maka rasa nyaman dan kedekatan akan terjalin.
Tips kedua untuk mewujudkan hubungan harmonis dalam keluarga adalah dengan memberikan waktu untuk keluarga. Komunikasi yang intensif tidak cukup jika masing-masing dari anggota keluarga tidak bisa meluangkan waktunya untuk berkumpul bersama.
Hal ini seringkali dianggap sepele padahal memiliki dampak yang besar dalam keharmonisan keluarga. Menghabiskan waktu bersama keluarga dapat membangun kedekatan dan rasa memiliki dalam keluarga.
Kenali Pribadi Anggota Keluarga
Tips ketiga untuk mewujudkan hubungan harmonis dalam keluarga adalah dengan mengenali pribadi anggota keluarga. Orangtua harus memahami kepribadian dari anak-anak mereka.
Sebaiknya orangtua mengetahui apa saja yang disukai dan tidak disukai anak serta mendukung potensi yang dimiliki anak. Hal ini dapat membantu menjaga hubungan antara anggota keluarga agar tetap harmonis.
Tips keempat untuk mewujudkan hubungan harmonis dalam keluarga adalah dengan menjadi panutan bagi anak. Perkembangan emosi dan edukasi pada anak biasanya terjadi sejak mereka kecil.
Seorang anak akan banyak belajar dari lingkungannya. Sementara keluarga adalah lingkungan pertama mereka untuk belajar. Orangtua memiliki peran penting dalam pengembangan edukasi dan emosi anak. (mut)
(Audila Rima Ndani/ Sumber: Fimela.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya