Tips Bikin Hubungan Makin Harmonis dengan Pasangan

Reporter : Dwi Ratih
Senin, 10 Agustus 2020 12:12
Tips Bikin Hubungan Makin Harmonis dengan Pasangan
Jangan sampai pandemi jadi jurang hubungan kamu.

Dream - Memiliki hubungan harmonis dengan pasangan jadi dambaan setiap pasangan, apalagi yang baru menjalani mahligai rumah tangga.

Namun ternyata, kondisi pandemi yang menyerang kita semua dalam beberapa bulan ke belakang memiliki pengaruh besar dalam hubungan ini.

Nggak jarang konflik-konflik kecil muncul yang mampu memengaruhi keharmonisan rumah tangga. Lalu, sebenarnya bagaimana menyiasati hal itu agar tidak berakhir buruk pada hubungan, perceraian misalnya.

Ilustrasi© shutterstock

1 dari 5 halaman

Apa Kata Sang Ahli?

Ilustrasi© Shutterstock

“ Pertama, ketika ada suatu yang mengganjal itu harus dibicarakan secara terbuka. Kedua, seiring dengan berjalanya hubungankan pasti ada bosan yang muncul saat ini terjadi coba eksplorasi hal-hal baru yang mungkin belum pernah kita dan pasangan lakukan yang nantinya bisa meningkatkan mood dalam hubungan,” ujar Zarra Dwi Monica, Psikolog Klinis, di #NgobrasDream Instagram Live @dreamcoid, Jumat, 7 Agustus 2020 kemarin.

“ Untuk bisa harmonis kita bisa coba untuk evaluasi kembali hubungannya seperti apa, kemudian lihat lagi apa yang bisa kita lakukan untuk hubungan lebih baik,” tambah Zarra.

2 dari 5 halaman

Kepoin Penjelasan Lengkapnya

Nah untuk Sahabat Dream yang ingin tahu keseruan dan tips menjalani hubungan harmonis dari Psikolog Klinis, Zarra Dwi Monica bisa langsung tonton siaran ulang live di IGTV berikut ini.

      View this post on Instagram

A post shared by Dream.co.id (@dreamcoid) on

Laporan: Shania Suha Marwan

3 dari 5 halaman

4 Tips Mewujudkan Hubungan Harmonis dalam Keluarga

Dream - Hubungan keluarga tentunya tak selalu mulus. Ada kalanya berkonflik, adu pendapat, bahkan hingga tak menyapa. 

Ada yang bisa menyelesaikan masalah keluarga dengan baik tapi tak sedikit juga yang malah membuat hubungan kian menjauh.  Semua orang pasti berharap dapat memiliki keluarga yang harmonis. Padahal membangun sebuah keluarga bukan merupakan hal yang mudah.

Hubungan keluarga yang solid dan kuat justru ditempa dari konflik dan masalah. Menghadapinya pasti tak akan mudah tapi bukan berarti tak bisa apalagi sampai menyerah.

Usaha setiap anggota keluarga dibutuhkan untuk tetap membuat hubungan keluarga utuh dan tak terpisahkan. Demi menjaga keharmonisan keluarga, jangan lupa terapkan tips berikut di rumah

Komunikasi

Tips pertama untuk mewujudkan hubungan harmonis dalam keluarga adalah dengan selalu menjaga komunikasi. Tiap orang yang memiliki cara berpikir yang berbeda-beda.

Untuk menghadapi hal tersebut dibutuhkan komunikasi yang baik agar tercipta saling pengertian antara masing-masing anggota keluarga. Usahakan untuk selalu membiasakan obrolan yang bersifat terbuka agar setiap anggota keluarga berani untuk bercerita, menyampaikan pendapat, dan mendengarkan. Jika komunikasi antar angoota keluarga sudah baik, maka rasa nyaman dan kedekatan akan terjalin.

4 dari 5 halaman

Memberikan Waktu untuk Keluarga

Tips kedua untuk mewujudkan hubungan harmonis dalam keluarga adalah dengan memberikan waktu untuk keluarga. Komunikasi yang intensif tidak cukup jika masing-masing dari anggota keluarga tidak bisa meluangkan waktunya untuk berkumpul bersama.

Hal ini seringkali dianggap sepele padahal memiliki dampak yang besar dalam keharmonisan keluarga. Menghabiskan waktu bersama keluarga dapat membangun kedekatan dan rasa memiliki dalam keluarga.

Kenali Pribadi Anggota Keluarga

Tips ketiga untuk mewujudkan hubungan harmonis dalam keluarga adalah dengan mengenali pribadi anggota keluarga. Orangtua harus memahami kepribadian dari anak-anak mereka.

Sebaiknya orangtua mengetahui apa saja yang disukai dan tidak disukai anak serta mendukung potensi yang dimiliki anak. Hal ini dapat membantu menjaga hubungan antara anggota keluarga agar tetap harmonis.

5 dari 5 halaman

Menjadi Panutan

Tips keempat untuk mewujudkan hubungan harmonis dalam keluarga adalah dengan menjadi panutan bagi anak. Perkembangan emosi dan edukasi pada anak biasanya terjadi sejak mereka kecil.

Seorang anak akan banyak belajar dari lingkungannya. Sementara keluarga adalah lingkungan pertama mereka untuk belajar. Orangtua memiliki peran penting dalam pengembangan edukasi dan emosi anak. (mut) 

(Audila Rima Ndani/ Sumber: Fimela.com)

Beri Komentar