7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Foto: Shutterstock
Dream - Penggunaan sedotan memang mengancam lingkungan. Maklum, penggunaan sekali pakai membuat sampah sedotan plastik berserak dan menjadi salah satu pencemar utama.
" Sedotan plastik umurnya sangat panjang. Baru dapat diurai sampai 350 tahun," ungkap Editor in Chief National Geographic Indonesia, Didi Kaspi Kasim, di Lucy In The Sky, Jakarta Pusat, Rabu, 13 November 2019.
Tapi beruntung, penggunaan sedotan plastik cukup menurun berkat munculnya tren stainless straw. Selain ramah lingkungan, stainless straw juga stylish dan praktis.
Sejumlah restoran pun telah meninggalkan sedotan plastik dan beralih ke stainless straw. Langkah ini ternyata berpengaruh besar terhadap lingkungan.
Penggunaan stainless straw mampu mengurangi pencemaran lingkungan. Menurut Didi, penggunaan stainless straw mampu mengurangi satu persen sampah plastik.
" Mulai dari single use plastic, dari hal paling kecil itu bisa menurunkan satu persen. Kita juga harus mengingat bahwa TPA itu ada umurnya, nanti buangnya kemana lagi kalau TPA ditutup?," tuturnya.

Tak hanya mengurangi sampah plastik, pengolahan sampah yang baik juga menjjadi salah satu kunci melestarikan lingkungan, seperti memilah sampah basah dan kering agar lebih ramah lingkungan.
" Bisa dimulai dari membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah basah serta kering. Memilah sampah akan memudahkan para tengkulak, mana yang masih bisa didaur ulang," tutupnya.

Dream - Beberapa waktu terakhir, gerakan ramah lingkungan banyak digalakan berbagai komunitas dan pemerintah.
Imbasnya, banyak restoran-restoran terkenal yang mengganti kebijakan mereka dengan menggunakan barang-barang yang lebih ramah lingkungan.
Salah satu barang ramah lingkungan yang menjadi tren ialah sedotan reusable atau sedotan yang bisa dipakai berulang.
Sebelumnya, banyak restoran yang menggunakan sedotan plastik dalam penyajian mereka. Namun semua berubah, ketika sebuah video penyelamatan penyu laut dari sumbatan sedotan plastik di hidungnya menjadi viral.
Banyak komunitas pecinta lingkungan menyesalkan kejadian itu dan akhirnya melakukan berbagai aksi untuk mengurangi penggunaan sedotan plastik sekali pakai.
Warganet juga ikut meramaikan aksi ini, dan berujung pada kebijakan baru pengunaan sedotan ramah lingkungan di berbagai restoran.
Menjadi tren, sedotan reusable banyak menarik perhatian berbagai merek terkenal, salah satunya Dior yang selama ini kita kenal sebagai merek fashion mewah yang ternama.
Baru-baru ini, laman Hypebae memuat artikel tentang sedotan mewah yang baru saja dirilis oleh Dior.
Merek fashion ternama ini mengunggah sebuah foto kotak mewah berwarna merah dan putih dengan hiasan hewan liar, serta tulisan Dior dengan tinta emas.
Siapa sangka, di dalam kotak mewah ini terdapat 6 sedotan reusable berwarna emas. Dari kemasannya saja Dior sudah menampakkan kemewahan sebagai ciri khasnya. Produk sedotan mereka juga tak kalah mewah.

Di dalam kotak mewah ini, ada tiga sedotan berwarna emas, dan 3 sedotan berwarna putih bening dengan hiasan garis emas yang melingkat dari ujung sedotan ke ujung yang lainnya. Tak tanggung-tanggung, Dior mematok satu set sedotan ini dengan harga US$150 atau setara dengan 2,1 Juta Rupiah!
(ism, Sumber: Hypebae)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?