7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Foto: Shutterstock
Dream - Apakah Sahabat Dream pernah mengalami kondisi kulit yang kemerahan berlebihan? Jika iya berarti kondisinya sangat sensitif.
Kemerahan pada wajah sebenarnya disebabkan pembuluh darah yang naik ke permukaan kulit.
" Ada yang bilang kulitnya tipis. Padahal itu karena pembentukan vaskuler baru yang membuat cepat merah. Jadi, pembuluh darahnya naik," ujar Renobulan Sanusi, Dokter Estetika Skin+ dalam acara 'Glow Your Skin, Glow Your Financial' yang diselenggarakan Sequis di Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.
Pembentukan vaskuler baru, naiknya pembuluh darah dan memerahnya kulit biasanya disebabkan pemakaian krim wajah dari dokter kulit atau faktor genetik.
Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, kamu perlu berkonsultasi ke dokter secara rutin. Terutama jika memakai krim dari dokter kulit.
" Setiap krim dokter itu kan efeknya beda-beda, jadi harus sering konsultasi dokter supaya bisa disesuaikan dengan kondisi kulit. Bahaya kalau menggunakan krim dokter tanpa konsultasi," tambahnya.

Jika kulit sudah terlanjur mengalami kemerahan akibat pembentukan vaskuler baru, kamu membutuhkan perawatan secara rutin dan bertahap.
" Biasanya treatment butuh waktu lama dan painful. Efeknya pun nggak bisa sepenuhnya menyembuhkan, hanya supaya nggak lebih perih saja," kata Renobulan.
Perawatan ini diklaim menyakitkan dan membutuhkan proses yang lama karena harus dilakukan menggunakan energi tinggi, sedangkan kondisi kulit sedang sensitif.

" Kalau sudah begitu, harus pakai skincare yang pas dan laser rejuvenation secara bertahap karena nggak bisa pakai energi tinggi langsung ke wajah. Padahal, untuk denaturasi (mengecilkan/menghancurkan) pembuluh darah membutuhkan energi tinggi," jelasnya. (mut)
Dream - Mungkin Sahabat Dream pernah mendengar istilah beauty sleep. Sesuai dengan istilahnya, beauty sleep adalah tidur nyenyak yang bermanfaat bagi kecantikan kulit.
Sebaliknya, kurang tidur dapat memiliki efek buruk bagi kecantikan. Terlepas dari kelelahan dan munculnya kantung mata, kurang tidur juga memiliki efek jangka panjang bagi kecantikanmu.
Tidur cukup dan berkualitas dapat membuat kulit dan pikiran lebih segar. Tapi jika kamu kurang tidur, bisa memicu jerawat, kulit kering dan alergi.
Berikut bahaya kurang tidur bagi kecantikan yang dilansir dari Boldsky:
1. Kulit Tidak Glowing
Kurang tidur menyebabkan peningkatan kadar kortisol, hormon yang memicu peradangan dan membuat kulit kusam.

Karena itulah ketika tidak cukup tidur, kulit menjadi kusam dan kering.
Efek utama lain dari kurang tidur adalah timbulnya jerawat. Kurang tidur melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Oleh karena itu, kulitmu lebih rentan terhadap bakteri penyebab jerawat. Selain itu, kurang tidur menyebabkan peningkatan peradangan kulit dan beruntusan.

Kurang tidur tidak hanya dapat menyebabkan jerawat, tetapi juga memperburuk kondisi kulit. Jadi jika kulitmu sedang bermasalah, kamu perlu memperbaiki kualitas tidurmu. Tidur nyenyak akan membantu menyembuhkan kulit lebih cepat.
Tidur cukup merupakan salah satu cara meremajakan kulit dan menjaganya agar tetap sehat.

Kurang tidur bisa mengurangi produksi kolagen dan dengan menyebabkan tanda penuaan, seperti garis halus dan kerutan. Selain itu, kurang tidur juga mengurangi fungsi lapisan teratas kulit dan mempercepat proses penuaan.
Saat tidur, tubuh tidak hanya meremajakan kulit tetapi juga meningkatkan kelembapan. Oleh karena itu, tidur yang cukup dapat melembapkan kulit. Jika tidak, kulitmu akan menjadi lebih kering dan timbul berbagai masalah kulit lainnya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?