6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi/Shutterstock
Dream – WhatsApp, aplikasi pesan smartphone mengatakan secara bertahap akan 'mendepak' para pengguna yang tidak mematuhi perubahan kebijakan privasi baru.
Kebijakan itu akan mulai diterapkan pada 15 Mei 2021 mendatang. Sebelumnya, WhatsApp sempat mendapat kecaman dari penggunannya yang merasa khawatir platform chat tersebut akan membongkar isi percakapan mereka.
Kekhawatiran yang viral di media sosial membuat banyak pengguna WhatsApps yang berpaling ke platform chat lain.
Namun apa yang sebenarnya akan terjadi jika para pengguna menolak persyaratan terbaru yang dibuat WhatsApp tersebut?
Dalam email ke salah satu mitranya, ditinjau TechCrunch, WhatsApp yang juga merupakan milik Facebook mengatakan, “ Perlahan-lahan meminta pengguna untuk mematuhi persyaratan baru agar mereka memiliki fungsionalitas penuh (terhadap) WhatsApp."
Jika mereka tidak menerima persyaratan, “ Untuk waktu yang singkat, pengguna akan dapat menerima panggilan dan pemberitahuan, tetapi tidak dapat membaca atau mengirim pesan dari aplikasi,” jelas perusahaan.
“ Biasanya akan dihapus setelah 120 hari tidak aktif,” tambah perusahaan sebagai kebijakannya untuk para pengguna yang tidak mengaktifkan akun pada aplikasi.
Layanan pesan instan itu juga mengklarifikasi bahwa pesan pribadi antar pengguna akan tetap dienkripsi end-to-end sehingga cuma antar pengguna itu saja yang dapat mengakses.
WhatsApp menerima reaksi beberapa penggunanya, termasuk yang berada di India, pasar terbesarnya, mengenai peringatan dalam aplikasi yang mengatakan mereka cuma memiliki waktu hingga 8 Februari kemarin untuk menyetujui persyaratan privasi yang direncanakan.
Hal tersebut berhubungan dengan dorongan baru ke dalam e-commerce, jika ingin terus menggunakan layanan aplikasi tersebut.
Reaksi balik dari hal di atas, WhatsApp merasa bahwa pengguna banyak yang merasa kebingungan akan pembaruan privasi yang direncakan.
“ Kami telah mendengar dari begitu banyak orang betapa banyak kebingungan yang terjadi seputar pembaruan terbaru kami. Ada banyak kesalahan informasi yang menyebabkan kekhawatiran dan kami ingin membantu semua orang memahami prinsip dan fakta kami,” jelas WhatsApp pada blog bulan lalu.

Sebenarnya sejak 2016, kebijakan privasi WhatsApp telah memberikan izin layanan untuk berbagi metadata tertentu dengan Facebook, seperti nomor telepon pengguna dan informasi perangkat.
Persyaratan baru ini dilakukan untuk menyempurnakan keterhubungan antar kedua aplikasi yang memungkinkan untuk berbagi pembayaran dan data transaksi.
Hal ini dilakukan untuk membantu mereka menargetkan iklan dengan lebih baik karena besar sosialisasi penawaran e-commerce dan berupaya menggabungkan platform perpesanannya.
WhatsApp dengan lebih dari dua miliar pengguna ini, pada bulan lalu telah menunda pemberlakuan peraturan baru selama tiga bulan perihal menjelaskan persyaratannya kepada para pengguna.
Jadi, siap dengan aturan baru WhatsApp?
(Laporan: Josephine Widya, Sumber: Techcrunch.com)
Dream - Di tengah gelombang pengguna Whatsapp yang mulai khawatir dengan kerahasiaan percakapan mereka, aplikasi perpesanan milik Facebook itu mulai meningkatkan fitur pengamanannya.
Selain melalui telepon seluler, banyak penggunan yang juga mengoperasikan WhatsApp melalui komputer desktop menggunakan saranan WhatsApp Web.
Sepanjang tahun ini, WhatsApp terus berencana menambahkan fungsi-fungsi baru untuk pemakaiannya di perangkat desktop MAC dan Windows, serta di Web.

Mereka menginginkan performa WhatsApp Web dan desktop seunggul performa aplikasi versi ponsel. Karena itu, komunikasi pengguna tetap terjaga privasi dan keamanannya di perangkat manapun yang jadi pilihan mereka untuk berkirim pesan.
Salah satu pembaruan yang dibaut WhatsApp adalah memperkuat fitur keamanan versi Web dan desktop dengan menambah lapisan keamanannya. Dengan memanfaatkan sistem operasi ponsel, WhatsApp akan menyiapkan fitur autentikasi wajah atau sidik jari untuk versi komputer ini.
Untuk menyinkronkan hal ini, para pengguna akan diminta melakukan autentikasi biometrik di ponsel mereka sebelum diminta memindai kode QR.
Tambahan lapisan keamanan ini akan meminimalisasi kemungkinan teman atau rekan kerja pengguna untuk menyinkronkan akun ke perangkat lain tanpa sepengetahuan pemiliknya.

WhatsApp menghadirkan fitur ini untuk memperkuat fitur keamanan yang telah ada, yaitu memunculkan notifikasi saat ada seseorang yang mengakses WhatsApp Web/desktop serta pengaturan untuk keluar dari semua perangkat di aplikasi ponsel yang dapat digunakan kapanpun.
Autentikasi wajah dan sidik jari yang dilakukan di perangkat pengguna otomatis terlindungi sistem keamanan privasi, sehingga WhatsApp tidak akan bisa mengakses informasi biometrik yang tersimpan di sistem operasi ponsel pengguna.
WhatsApp akan meluncurkan pembaruan sistem keamanan antar perangkat bersamaan dengan desain visual baru untuk WhatsApp Web.
Sahabat Dream mohon bersabar sebab pembaruan ini akan tersedia di ponsel pengguna yang kompatibel dalam beberapa minggu mendatang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
