Dream - Hampir semua orang suka mengambil foto selfie. Khususnya remaja, yang lebih cenderung untuk menggunakan situs media sosial sebagai tempat berbagi foto selfie.
Mereka akan merasa puas jika ada yang menyukai dan memberi komentar foto selfie yang diunggah di media sosial.
Semakin banyak Likes dan komentar yang didapat, mereka semakin keranjingan untuk mengambil foto selfie. Mungkin hampir setiap menit mereka selfie.
Padahal, menurut para ahli psikologi, kebiasaan tersebut bisa menjadi masalah mental.
Dengan berbagai aplikasi untuk meningkatkan hasil jepretan kamera smartphone, gambar profil dan galeri foto di media sosial sekarang banyak yang menipu.
Banyak yang mengedit foto-foto sampai-sampai teman-teman mereka tidak bisa lagi mengenali wajah mereka. Jadi, ketika mereka mengunggah foto yang tidak diedit dan apa adanya, akan banyak bermunculan orang yang kemudian membenci mereka.
Hal ini akan membuat pertemanan rusak, kepercayaan diri menurun, hubungan dengan pasangan renggang hingga mengakibatkan depresi berat.
Seperti dalam video ini yang menunjukkan bagaimana terlalu banyak selfie akan merusak hidup seseorang secara psikologis, terutama remaja.
Kadang-kadang, selfie tidak mengubah Anda seperti yang Anda inginkan, tetapi itu tidak berarti Anda jelek.
(Sumber: viral4real.com)
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global