Roemah Kebaya (Rizki Astuti/Dream)
Drem - Penggunaan corak bordir warna-warni membuat tampilan busana lebih cantik. Bordir biasanya menghiasi rok bawah, kerah baju, atau ujung lengan.
Bordir sendiri ada dua macam, yakni bordir buatan tangan (handmade) dan bordir yang menggunakan mesin komputer untuk produksi massal. Sekilas memang tak ada perbedaan dari bordir keduanya. Namun jika jeli, Sahabat Dream bisa menemukannya.
" Border tangan itu lebih indah, alur-alurnya terlihat jelas. Dari jauh pun sudah bagus, kalau komputer itu terlihat biasa," ujar Vielga Wennida, desainer sekaligus owner dari Roemah Kebaya saat ditemui Dream, di sela Indonesia Fashion Week (IFW) 2018, Jakarta, Rabu 28 Maret 2018.
Vielga menjelaskan, hasil bordir tangan cenderung lebih halus saat disentuh. Sedangkan bordir komputer lebih kaku.
" Ketika dipegang itu keras. Komputer juga bisa dipegang agak menonjol ke atas sedangkan bordir tangan itu pipih dan rapih," katanya.
Roemah Kebaya selama ini setia menyajikan rancangan busana dengan corak bordir tangan. Butuh waktu dua minggu untuk proses bordir kebaya rancangannya. Tak hanya itu, Vielga juga ingin melestarikan para perajin bordir agar mereka mempunya pekerjaan.
" Jadi tiap bordir itu beda. Ada yang bordir motif daun, kembang, dan lainnya itu punya ahlinya masing-masing.
© Dream
Dream - Roemah Kebaya turut meramaikan ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2018. Kali ini, Roemah Kebaya memamerkan 12 koleksi bertema 'Swing Flower'.
Menurut desainer sekaligus owner dari Roemah Kebaya, Vielga Wennida, tema tersebut diambil karena sebagian besar rancangan berbahan sutra organdi yang ringan dan memberi kesan 'melambai'.
Semua kebaya yang ditampilkan juga menggunakan bordiran handmade. " Saya ingin memperlihatkan bordir Indonesia yang bagus. Karena memang yang manual lebih bagus dan detil," ujar Vielga saat ditemui di JCC, Rabu 28 Maret 2018.

Bordiran asli Indonesia yang dipilih berasal dari Payakumbuh, Sumatera Barat. Desain motif yang dipilih adalah bunga yang bermekaran. Warna-warna yang ditampilkan lebih mencolok, seperti shocking pink, merah, dan hijau mint.
" Inspirasi diambil dari bordiran tiga dimensi. Saya suka sekali dengan bunga-bunga, seperti mawar, krisan, lili, dan anggrek. Itu semua saya aplikasikan ke busana kebaya," tuturnya.

Roemah Kebaya sudah berdiri sejak 2011. Kebaya yang dihadirkan cocok untuk wanitaberusia 25 hingga 45 tahun. Busana ini juga bisa dikenakan untuk wanita berhijab maupun tidak
Desain yang ditampilkan sangat fleksibel bisa digunakan dalam segala suasana acara. Mulai dari pakaian harian, hingga menghadiri pesta.

" Desain ini bisa digunakan gaun, dress, outer, dan bisa dipadukan dengan sapatu boot," katanya lagi.
Untuk busana yang ditampilkan di panggung IFW, Roemah Kebaya membandrol harga Rp3 juta- Rp. 4,5 juta. Sedangkan reguler bisa dimiliki mulai dari Rp1 juta.