6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Rancangan Ulos Karya Torus Sitomorang.
Dream - Koleksi Torus Sitomorang, menjadi salah satu rancangan ulos yang mencuri perhatian pengunjung Indonesia Fashion Week (IFW) 2017. Torus mengusung koleksi bertemakan 'The Passamot' yang merupakan tribute pada kesederhanaan dan kesakralan kain tradisional Batak.
Torus sengaja mengusung beragam ulos dari berbagai daerah di Sumatera Utara yang menunjukan kekayaan budaya, warna dan tekstil Batak. Kemudian nilai-nilai itu dituangkan dalam cuttingan yang tak kalah modern.
Pemilihan ulos bermotif artistik dengan didominasi warna-warna lembut, menyatu dalam garis desain yang dramatis.
" Warnanya ada beige, burgundy, dark grey dan maroon," terang Torus di Jakarta Convension Center, Kamis, 2 Febuari 2017.
Dalam menentukan garis rancang, Torus terinspirasi dari cerita ritus perkawinan adat Batak. Dimana ia ingin menggambarkan momen haru orang tua pengantin perempuan yang memberikan ulos Passamont kepada orang tua pengantin laki-laki. Sebagai wujud terimakasib telah merelakan anaknya untuk hidup berdampingan bersama putri kesayangannya.
" Ulos Passamont merupakan wujud berkat dan doa dalam suasa suka," imbuhnya.
Meski tidak membranding sebagai brand busana muslim, namun karya-karya Torus bisa juga dinikmati para perempuan muslim. Salah satu yang cukup menarik yaitu styling tudung kepala khas Batak.
Dimana para model didandani dengan penutup kepala yang terbuat dari ulos, sehingga membuat penampilan mereka cukup dramatis. Seperti misalnya, Batak Karo yang menampilkan ulos dengan menonjolkan hiasan rawis.
" Penutup kepala itu berbeda-beda nama dan bentuknya, menjadi ciri khas masing-masing daerah. Jadi sebut saja tudung," tutup Torus.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
