Foto: Shutterstock.com
Dream - Penyakit asma adalah peradangan kronik yang terjadi di saluran pernafasan. Sayangnya banyak orang yang tidak sadar atau menganggap remeh penyakit ini. Padahal, Indonesia menjadi negara ke-13 yang mengalami kasus kematian terbanyak karena asma.
Pentingnya menyadari asma sedini mungkin menjadi perlu ditingkatkan. Anggota Perhimpunan Dokter Paru Indonesia yang juga dosen di departemen pengobatan anak FKUI, dr. Wahyuni, memberikan tip untuk mengenali gejala asma.
" Cara mendeteksi asma pada orang dewasa adalah adanya gejala batuk atau mengi yang membandel, berulang-ulang, sulit sembuh, muncul setelah ada pencetus, dan lebih berat pada malam hari," papar Wahyuni di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa 26 September 2017.
Menurut Wahyuni, jika gejala-gejala tersebut makin sering terjadi atau justru semakin memberat, itulah yang dinamakan dengan serangan asma.
Umumnya, tambah dr. Wahyuni, mendeteksi asma pada orang dewasa lebih mudah ketimbang mendeteksi anak-anak dan balita. Karena saat dewasa banyak faktor lain pencetus asma, seperti kelelahan, stres, bahkan makanan.
Meski demikian, tanda-tanda gejala asma pada anak-anak bisa dikenali. " Tanda-tanda asma pada anak: batuk, mengi (bengek), tidur terganggu, da terengah-engah," jelasnya.
Setelah tahu cara mengidentifikasi gejala, langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah mencegah serangan asma, yakni dengan melakukan 5 langkah CERDIK: Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin berolahraga, Diet seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola Stres.
Selalu jaga kesehatan, ya Sahabat Dream.