Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Akses internet berkecepatan supercepat pasti jadi harapan semua netizen. Tapi di balik kecepatan itu ternyata tersimpan bahaya cukup meresahkan.
Sebuah studi yang dibuat Bocconi University mengatakan akses internet supercepat bisa mengurangi durasi. Bagi para pekerja yang bekerja pagi hari atau alasan keluarga, akses internet ini juga bisa mengurangi tingkat kepuasan tidur.
" Individu dengan akses internet cepat cenderung kurang tidur 25 menit dibandingkan mereka yang tak mendapat internet cepat," kata seorang peneliti, Franceco Billari dikutip dari laman deccanchronicle.com, Selasa, 7 Agustus 2018.
Menurut Billari, para pengguna internet cepat umumnya tidur kurang dari 7-9 jam per hari, atau dibawah rekomendasi para peneliti. " Tingkat kepuasan tidur mereka juga sangat kurang," ujarnya.
![]()
Dampak dari internet supercepat ini diteliti dari kebiasaan individu yang mengakses internet di pagi hari dan penggunaan perangkat elektronika di malam hari. Penelitian ini tak meneliti efek penggunaan internet akses cepat sepanjang hari.
" Godaan digital dapat menyebabkan keterlambatan waktu tidur, yang akhirnya menurunkan durasi tidur bagi orang-orang yang tidak mampu mengganti waktu tidur nanti karena harus bangun di pagi hari," kata Billari.
Tingkat godaan seorang individu mengakses internet ini cenderung bervariasi sesuai dengan usia.
Para remaja dan dewasa muda di rentang usia 13-30, menunjukan hubungan yang signifikan antara kurang tidur dan waktu yang dihabiskan untuk permainan komputer atau menonton TV atau video di malam hari.
Sementara untuk orang dewasa di usia 31-59, kecenderungan terlihat pada penggunaan PC dan ponsel cerdas.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya