Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Rusia, Vladimir Putin (Foto: Sputnik)
Dream - Masyarakat Indonesia kini tengah ramai membicarakan Rusia setelah Jokowi menyebut negara itu saat berkampanye di Surabaya, Jawa Timur. Calon presiden bernama lengkap Joko Widodo itu menyebut propaganda Rusia masuk ke Indonesia untuk mengacaukan pemilu.
Menghangatnya perbincangan mengenai Rusia mengangkat kembali kondisi keamanan negeri Beruang Merah itu. Presiden Rusia, Vladimir Putin, dikenal memiliki keamanan berlapis yang sulit ditembus.
Laman media Rusia, RBTH, bahkan mengklaim selama 19 tahun berkuasa, Putin tidak pernah menjadi sasaran penyadapan atau korban keusilan. Mantan Perwira KGB itu disebut tak memiliki ponsel pintar atau aplikasi pengirim pesan.
Putin baru diketahui menggunakan jaringan internet pada 2015. Saat itu dia menggunakan Youtube.
Juru bicara kepresidenan, Dmitry Peskov menyebut Putin tak memiliki ponsel pintar. Bahkan dia menyebut, seorang presiden seharusnya tak memiliki ponsel pintar.
" Memiliki ponsel pintar adalah ekshibisionisme sukarela dan transparansi total. Ketika Anda memiliki ponsel pintar, Anda secara sadar menandai kotak pilihan, yang menyatakan semuanya terbuka untuk umum," kata Dmitry.
Putin disebut hanya berbicara melalui sambungan khusus. Sambungan itu tidak dapat disadap karena sinyal suara digitalisasi dan diamankan dengan sandi kriptografi kompleks. Kunci sandi ini diubah secara acak.
Rusia mengalokasikan dana sebesar 230 juta rubel, setara Rp49 miliar, untuk mengembangkan sambungan komunikasi kuantum.
Selain dibentengi sandi khusus, permintaan komunikasi juga harus dilakukan dengan birokrasi ketat. Permintaan telepon ke Putin harus melewati saluran diplomatik Kementerian Luar Negeri atau Administrasi Presiden.

Presiden Rusia, Vladimir Putin (Foto: Sputnik)
Hanya segelintir orang yang dapat menelepon secara langsung ke Putin. Tetapi, konon, Putin tak pernah mengangkat dering telepon itu. Telepon hanya akan diangkat sekretaris atau ajudan pribadinya.
Dilaporkan, keamanan komunikasi Putin menggunakan berbagai peralatan canggih. Dalam perjalanan pesawat, dia sering diiringi pesawat yang penuh dengan peralatan komunikasi. Sementara itu, di ruang pribadinya, terdapat papan komando dengan tulisan nama keluarga dan bawahannya.
" Kalau saya punya ponsel, dia tak akan pernah berhenti berdering. Saya bahkan tidak pernah mengangkat telepon di rumah," kata Putin.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya